Ia pernah membela skuad Garuda di ajang AFF (sekarang Piala AFF) pada tahun 1998, 2000, dan 2002.
Selain itu, ia juga turut berpartisipasi dalam ajang SEA Games 1997 dan 1999.
Selepas gantung sepatu pada tahun 2013, Bejo Sugiantoro tidak meninggalkan dunia sepak bola.
Ia memulai karier kepelatihan dengan menangani Persik Kediri, Persebaya U-20, Serpong City, dan hingga terakhir yaitu Deltras Sidoarjo.
Ia pun juga pernah menjadi asisten pelatih di Persebaya, klub yang sangat ia cintai.
Bejo Sugiantoro juga meninggalkan warisan berharga melalui putranya, Rachmat Irianto, yang kini juga menjadi pemain andalan Persib Bandung dan Timnas Indonesia.
Rachmat benar-benar mewarisi semangat dan dedikasi ayahnya dalam bermain sepak bola, menjadi kebanggaan bagi keluarga dan para penggemarnya.
Kepergian Bejo Sugiantoro merupakan kehilangan besar bagi dunia sepak bola Indonesia.
Ia bukan hanya dikenang sebagai pemain dan pelatih yang berprestasi, tetapi juga sebagai sosok yang rendah hati, pekerja keras, dan penuh dedikasi.***