Kronologi Manajer Timnas Indonesia Sumarji Beri Surat Pemecatan PSSI ke STY hingga Kebijakan FIFA Soal Etika Kontrak Pelatih Sepak Bola

photo author
- Kamis, 23 Januari 2025 | 17:37 WIB
Kronologi Manajer Timnas Indonesia Sumarji Beri Surat Pemecatan PSSI ke STY hingga Kebijakan FIFA Soal Etika Kontrak Pelatih Sepak Bola (Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777))
Kronologi Manajer Timnas Indonesia Sumarji Beri Surat Pemecatan PSSI ke STY hingga Kebijakan FIFA Soal Etika Kontrak Pelatih Sepak Bola (Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777))

Kim kemudian menegaskan menurut pengetahuannya hingga saat ini STY belum menandatangani surat pemecatan dari PSSI.

"Tapi dari yang saya tahu, dia belum menandatangani suratnya sampai sekarang. Itu yang saya tahu dan saya sangat yakin dengan kebenarannya," tegasnya.

Terkini, STY masih berada di Indonesia meski sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dijadwalkan pulang kampung ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 mendatang.

Baca Juga: Neymar Sudah Tak Nyetel di Liga Saudi, Chicago Fire Siap Sambut Dirinya di MLS

Berkaca dari hal itu, kontrak pelatih sepak bola umumnya dapat diakhiri dengan persetujuan bersama.

Dilansir dari EA Sports Law, pemutusan kontrak pelatih juga diatur oleh undang-undang nasional dan peraturan FIFA.

"Konsekuensi dari pemutusan kontrak akan diatur oleh surat kontrak, undang-undang nasional, dan peraturan FIFA," begitu pernyataan EA Sports Law dalam artikel yang tayang pada 29 Januari 2021 lalu.

Lantas, mengapa etika pemutusan kontrak pelatih menjadi sesuatu yang penting di dunia sepak bola? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Alex Pastoor, Asisten Kluivert Sekaligus Juru Taktik Anyar Garuda, Salah Satunya Suka Belajar Bahasa Indonesia

Menutup Celah Kontroversi Pemecatan Pelatih

Dalam artikel yang sama, EA Sports Law menekankan pernyataan yang dirilis oleh FIFA pada bulan November 2020. Dalam pernyataan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino mendukung reformasi kebijakan untuk memperkuat posisi pelatih sepak bola baik pria maupun wanita.

“Pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam permainan, namun secara historis mereka sering kali diabaikan dalam kerangka regulasi sepak bola,” kata Gianni.

“Kita perlu mengatasi kekurangan ini dan mengakui kontribusi signifikan yang mereka miliki,” tambahnya.

Kebijakan FIFA itu berkaca dari fenomena pemecatan pelatih sepak bola di Eropa yang hanya bertahan rata-rata 35-69 pertandingan sebelum mereka digantikan oleh pelatih lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: PSSI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X