KLIK SAJA – Ramai di sosial media, para pecinta timnas menangisi kepergian Shin Tae-Yong (STY) dan mempertanyakan kapasitas Patrick Kluivert sebagai penggantinya.
PSSI baru saja secara resmi mengangkat mantan bomber Ajax Amsterdam dan Barcelona itu menjadi juru taktik Timnas Indonesia.
Banyak netizen meragukan kemampuan Patrick Kluivert yang minim prestasi untuk mengisi CV sebagai pelatih punggawa Garuda.
Baca Juga: Pemecatan STY Karena Faktor Bahasa, Kok Bisa?
Kebanyakan mereka membandingkan prestasi STY sebelumnya, yang dianggap berhasil membawa permainan timnas ke level yang berbeda.
Walau demikian, ada beberapa catatan penting kenapa kita harus segera bisa move on dari dipecatnya STY dari kursi pelatih timnas Indonesia.
Erick Thohir dan Pemain Diaspora
Tak bisa dipungkiri dan harus kita sadari, bahwa kebangkitan timnas selama kurun waktu 3 tahun terakhir sebenarnya tidak hanya faktor keberadaan STY semata.
Jika dikaji betul, kebangkitan Timnas tak lepas kedatangan Menteri BUMN, Erick Thohir yang turun tangan menangani PSSI sejak tragedi Kanjuruhan.
Sejak kedatangan beliau, kondisi sepakbola kita menjadi kondusif, serta proyek ambisiusnya mendatangkan pemain diaspora untuk menjadi bagian timnas, tak ayal merupakan faktor utama kebangkitan Sang Garuda.
Jadi intinya, siapapun pelatihnya saat ini, selama pak Erick Thohir yang memegang kendali dan timnas senior dihuni banyak pemain diaspora, kita tak perlu khawatir.
Kendala Bahasa
Kita harus akui, kedisiplinan yang diterapkan STY memang sangat ampuh melatih mental bermain para punggawa Garuda, utamanya yang berdarah lokal.
Namun, ketika timnas mulai dipenuhi oleh pemain diaspora, masalah baru muncul, yaitu kendala bahasa dalam komunikasi tim.