2. Mengakui Bahwa Pemilihan Pemain U-22 Adalah Blunder
Sedari awal, memilih menurunkan pemain under 22 tahun (U-22) sudah merupakan keputusan tidak populis PSSI dan Coach Shin Tae-yong (STY). Suporter Indonesia hanya bisa menerima dan mendukung dengan spirit tinggi dengan harapan menjadi juara.
Ternyata, Timnas negara ASEAN lainnya banyak yang menganggap hal ini sebagai upaya menganggap remeh kualitas Piala AFF.
Terlihat seperti laga imbang 3-3 melawan Laos, mereka tampil bak kesetanan untuk membuktikan bahwa Indonesia sudah salah telah menganggap remeh kualitas sepak bola ASEAN. Ini jadi kebijakan yang blunder.
3. Over Confident Membuat Kontrol Emosi Berkurang
Dua kartu merah dalam empat laga, tentu mengindikasikan kurang bisanya pemain Timnas menjaga emosi dalam bertanding. Disaat lawan semakin menganggap Indonesia sebagai sasaran tembak, di situlah pancingan dan provokasi bertambah banyak.
Over confident menimbulkan sikap tidak mawas diri. Mungkin inilah yang membuat pemain Timnas Indonesia kurang waspada dalam mengambil tindakan.
Contoh terbaik adalah saat Muhammad Ferrari dengan sengaja diganggu oleh Amani Santos Aguinaldo. Kalau melihat dari gerakannya, memang Ferrari sudah dalam posisi diincar.
Jika saja kepala dingin bisa dikedepankan, bukan tidak mungkin kartu merah justru bisa diberikan kepada pemain Filipina tersebut.
4. Strategi Shin Tae-yong Sudah Terbaca
Inilah evaluasi yang paling mendasar dan bisa berdampak ke perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti.
Terlalu terpaku pada formasi 3-4-3, strategi STY tampak sudah bisa dibaca oleh para kompetitor.
Tiga bek sejajar diberikan kebebasan lawan untuk memegang bola. Baru ketika mereka mengumpan kepada double-pivot, bola akan disergap dan menciptakan momen tiga lawan tiga di pertahanan Indonesia.
Hingga partai keempat terlihat belum ada solusi untuk permasalahan ini, sehingga bola sulit untuk dialirkan ke depan kecuali lewat umpan panjang.
Tekanan yang dirasakan Arkhan Fikri melalui sergapan lawan, membuat ia sering memberikan umpan salah dan merugikan transisi tim.
Artikel Terkait
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal, Pasukan Mikel Arteta Waspadai Potensi Balas Dendam The Eagles
Prediksi Everton vs Chelsea, Kreativitas Enzo Maresca Ditantang Kick and Rush ala Sean Dyche
Prediksi Fulham vs Southampton, Selamat Datang Ivan Juric!
Prediksi Leicester Vs Wolverhampton, Laga Perdana yang Tak Mudah Bagi Vitor Perreira karena Bulan Madu Ruudtje
Prediksi Manchester United vs Bournemouth, Setan Merah Waspadai Luka Lama di Bulan Desember
Prediksi Tottenham Hotspur vs Liverpool, Bukan Miniatur Semifinal Carabao Cup dan Spurs Harus Hindari Rekor Memalukan