Bukan Hanya Salah Federico Valverde, Real Madrid tak Seimbang Karena Terlalu Banyak Matahari

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Kamis, 5 Desember 2024 | 12:54 WIB
Pemain Athletic Bilbao merayakan gol penentuan Gorka Guruzeta di laga Bilbao vs Madrid (4/12/24) (www.flashscore)
Pemain Athletic Bilbao merayakan gol penentuan Gorka Guruzeta di laga Bilbao vs Madrid (4/12/24) (www.flashscore)

Di babak kedua, Bilbao membuka keunggulan melalui Alex Berenguer menit 53'. Nico Williams melepaskan crossing dari sisi kiri ke arah dalam. Diganggu oleh Oihan Sancet dan Alex Berenguer, Thibaut Courtois bisa menepis bola yang tajam menukik ke arahnya.

Namun sayang tepisannya terhenti badan Berenguer, dan pemain 29 tahun ini sukses menceploskan bola ke gawang Madrid di usaha berikutnya.

Real Madrid memperoleh penalti menit 68' usai kepala belakang Antonio Rudiger tertinju Agirrezabala di momen perebutan bola. Kylian Mbappe menjadi eksekutor, namun ia kembali gagal usai tembakan ulangannya ke sisi kanan bisa ditepis oleh kiper Bilbao.

Kylian Mbappe punya jasa besar atas gol penyama kedudukan Jude Bellingham menit 78'. Sepakan melengkungnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis oleh Julen Agirrezabala. 

Bola kedua kembali ke area permainan dan disana berdiri Jude Bellingham yang dengan mudah mencocor bola lewat sepakan kaki kirinya.

Entah apa yang dimaksud Federico Valverde, menit 80' ia justru berbalik ke arah belakang dan umpannya justru diserobot Gorka Guruzeta. Tinggal menghadapi Courtois, striker pengganti ini berhasil kirimkan tembakan mendatar nan akurat.

Baca Juga: Paceklik Manchester City Berakhir Usai Kevin De Bruyne Tunjukkan Performa Apik Saat Kalahkan Nottingham Forest 3-0

Momen Jude Bellingham mengambil penalti di laga melawan Getafe
Momen Jude Bellingham mengambil penalti di laga melawan Getafe (www.football.fr)

Saatnya Carlo Ancelotti Menentukan Satu atau Dua Matahari Timnya

Usai laga ini, Ancelotti mewakili Kylian Mbappe merasakan kekecewaan mendalam sang pemain usai gagal kembali menunaikan tembakan dua belas pas. 

Ini menjadi sebuah perdebatan, karena ketika menghadapi Getafe, Jude Bellingham adalah penendang penalti yang sukses jalankan tugasnya. Di laga ini, kembali Mbappe yang mengambil tugas itu dan ternyata gagal.

Tidak konsistennya pengambil penalti ini menjadi pertanda pertama ketidakseimbangan harmoni di strategi Don Carlo. Bayangkan saja ini baru di antara Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, sementara Rodrygo dan Vinicius Jr belum terlalu banyak terlibat "konflik kepentingan".

Di sisi lain, ada posisi penyerang kiri yang masih menyisakan tanya di antara Kylian Mbappe dan Vinicius Jr. Jika Vini sudah sembuh, Mbappe bakal kembali ke posisinya sebagai nomor 9, dan itu bisa mengisolasinya kembali.

Menentukan satu atau dua matahari di skuad ini penting untuk dilakukan, agar pemain penting tersebut bisa persisten melakukan usahanya di satu posisi, tidak dipindah-pindah.

Rodrygo mungkin tidak terlalu ambil pusing karena praktis ia aman menguasai sisi kanan, namun di antara Jude Bellingham, Kylian Mbappe, dan Vinicius Jr, sangat perlu duduk bersama dengan Don Carlo menentukan siapa tonggak serangan Los Blancos.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: La Liga, flashscore.com, Football.fr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X