Alexander Isak membuka keran gol lewat tendangan kilatnya menit 35'! Menerima sodoran Bruno Guimaraes dari rusuk lapangan, Isak langsung melepas tembakan dari luar kotak penalti dalam penjagaan Virgil van Dijk. Bola melesat ke sudut kiri atas gawang Caoimhin Kelleher.
Di babak kedua, parade lima gol dari kedua tim dimulai. Menit 50' Curtis Jones mampu melakukan tembakan first time usai memotong umpan Mohamed Salah dari sisi kanan. Bola mengucur deras ke jala Nick Pope tanpa bisa dihalaunya.
Tak ingin lawan mengambil alih permainan, pasukan Eddie Howe kembali unggul melalui Anthony Gordon menit 62'. Alexander Isak menciptakan sebuah umpan terobosan jitu yang dilanjutkan Gordon dengan mengecoh Jarell Quansah dan Joe Gomez sebelum menaklukkan Kelleher yang sempat menepis bolanya.
Kepemimpinan Mohamed Salah melalui decisive-action nya mengambil alih permainan. Menit 68' "Raja Mesir" berhasil menyontek umpan cutback Trent Alexander-Arnold di hadapan Nick Pope dengan kaki kanannya. Usai gol, ia langsung mengambil bola untuk mengejar kemenangan.
Spirit ini yang berhasil membuatnya bisa mencetak gol lagi menit 83'. Alexander-Arnold kembali menyodorkan bola dari sisi kanan. Mengontrol bola sembari memutar, Salah mengirimkan bola akurat ke sisi kanan Nick Pope secara gemilang.
Dua gol ini membawanya menjadi topskorer sementara Liga Inggris lewat 13 gol, mengungguli Erling Haaland yang mandek satu gol di bawahnya.
Namun tiga poin di depan mata The Reds harus buyar di menit 90'. Berawal dari sepakan bebas Bruno Guimaraes di sisi kanan, Caoimhin Kelleher salah melakukan antisipasi dengan maju menyambut bola. Alih-alih bisa meninju, ternyata ia tidak dapat menjangkau si kulit bundar.
Fabian Schar berada di tiang jauh untuk menyergap bola melalui sliding-shoot cerdas. Bola menggelinding pelan dan masuk ke gawang Liverpool, menimbulkan sesal bagi sang penjaga gawang atas keputusan salahnya.
Baca Juga: Prediksi Fulham vs Brighton, Kaoru Mitoma Diragukan Tampil dan The Seagulls Bisa Kecolongan Lagi
Start Apik Newcastle dan Kepemimpinan Mo Salah
Menjadi warna dalam laga gila dengan setengah lusin gol malam tadi, adalah pendekatan masing-masing tim menguasai tiap babaknya.
Eddie Howe mempersiapkan kecepatan sebagai senjata memukul tim tamu di babak pertama. Ini cukup berhasil secara taktis, karena mereka terbukti unggul sebuah gol Alexander Isak melalui momen fast break.
Namun di babak kedua, Mohamed Salah menjadi pemimpin timnya lewat aksi-aksi menentukan. Salah bukan tipe pemimpin yang berteriak seperti Virgil van Dijk, namun pergerakannya membawa tim lebih meninggikan garis permainan.
Artikel Terkait
Mengenal 4 Pemain Abroad Garuda Pertiwi Usai Timnas Indonesia Melaju ke Babak Final AFF Women’s 2024!
Prediksi Aston Villa vs Brentford, Pertaruhan Harga Diri The Villans di Kandangnya dan Ujian Keberanian Unai Emery
Prediksi Athletic Bilbao vs Real Madrid, Menunggu Kylian Mbappe Tampil Oke Lagi
Prediksi Fulham vs Brighton, Kaoru Mitoma Diragukan Tampil dan The Seagulls Bisa Kecolongan Lagi
Habisi Southampton 5-1 di St Mary's, Chelsea Naik ke Peringkat Kedua EPL dan Semakin Mendekati Liverpool
Strategi Set-Piece Menangkan Arsenal 2-0 atas Manchester United, Prediksi Ruben Amorim Tepat