Prediksi Venezia vs Parma dan Cagliari vs AC Milan, Gladi Bersih Sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2026

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Sabtu, 9 November 2024 | 08:23 WIB
Aksi Jay Idzes saat berduel melawan Marcus Thuram (3/11/24)  ( Getty Images/Image Photo Agency)
Aksi Jay Idzes saat berduel melawan Marcus Thuram (3/11/24) ( Getty Images/Image Photo Agency)

Pemain Timnas Amerika Serikat itu akan bergabung dengan Gaetano Oristanio untuk mendukung Joel Pohjanpalo, sang ujung tombak yang mencetak tiga dari empat gol Venezia di Pier Luigi Penzo musim ini.

Sementara itu Parma malah kehabisan bensin usai menahan imbang Juventus pekan lalu. Di Ennio Tardini, tim Fabio Pecchia kehilangan tiga poin usai dikandaskan Genoa 0-1, dan harus apes kehilangan beberapa pemain karena cedera.

Hernani dan Adrian Bernabe sudah menepi sejak pekan lalu, dan pemain pengganti Anas Haj Mohamed, malah terkilir pergelangan kakinya saat melawan Genoa. Mereka semua bergabung dengan Alessandro Circati di ruang perawatan.

Di lini serang, Ange-Yoan Bonny dan Dennis Man menjadi tulang punggung Pecchia untuk misi meraih tiga poin. Man terlibat langsung dalam lima gol liga musim ini, menjadikannya pemain Parma yang paling berbahaya. Adalah tugas Jay Idzes untuk mengawal pergerakan pemain Timnas Rumania.

Sama-sama punya keinginan tinggi untuk menang, peluang kedua tim di laga ini adalah fifty-fifty. Sebuah kesalahan kecil bisa berakibat cukup fatal di laga seketat ini.

Perkiraan Formasi :
Venezia (3-4-2-1) : Stankovic; Candela, Idzes, Svoboda; Zampano, Duncan, Nicolussi Caviglia, Haps; Busio, Oristanio; Pohjanpalo
Parma (4-2-3-1) : Suzuki; Coulibaly, Del Prato, Balogh, Valeri; Keita, Estevez; Man, Sohm, Mihaila; Bonny

Prediksi Venezia vs Parma : 50 - 50

Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Osasuna dan Villarreal vs Alaves, Los Blancos Menepis Krisis

Ilustrasi logo Cagliari vs AC Milan
Ilustrasi logo Cagliari vs AC Milan (www.dazn.com)

Cagliari vs AC Milan, Rafael Leao Wajib Menjaga Konsistensi 

Berkaca dari pertandingan di Madrid, hampir semua pemain Rossoneri bermain dengan gemilang. Jika Mike Maignan, Theo Hernandez, Tijjani Reijnders, dan Christian Pulisic sudah terbukti bermain konsisten sejak awal musim, performa apik Rafael Leao-lah yang cukup mengejutkan. Melawan Cagliari, pemain Portugal wajib menjaga konsistensinya.

Mungkin karena menghadapi bek sekaliber Eder Militao dan Antonio Rudiger, Leao jadi kesetanan dan bermain sangat decisive di Madrid. Tapi ia harus sadar, bahwa performanya secara agregat masih minor di musim ini. Leao harus tancap gas, dan laga di Sardegna Arena bisa jadi etalase kebangkitannya.

Paulo Fonseca juga dalam euforia pribadi usai mengalagkan pelatih legend Carlo Ancelotti. Guna berterima kasih pada skuadnya, mungkin ia tidak melakukan banyak perubahan di starting line-up.

Karena Alvaro Morata mengalami cedera saat latihan, Fonseca telah mengonfirmasi bahwa Francesco Camarda yang berusia 16 tahun akan menggantikan Tammy Abraham di lini depan. Samu Chukwueze bisa dijadikan opsi untuk mendampingi dari sisi kanan, dengan Christian Pulisic tetap berada di sepertiga akhir.

Captain America mencetak rata-rata satu gol di setiap pertandingan musim ini. Pada musim lalu, Pulisic mencetak dia gol saat melawan Cagliari yang berkesudahan 5-1 di San Siro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Transfermarkt, Sportsmole, DAZN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X