Peluang terbaik untuk disesali adalah sundulan Marquinhos menit 73'. Menyambut umpan matang Vitinha, sundulan bebas sang kapten masih tepat di pelukan Jan Oblak.
Akhirnya petaka bagi PSG terjadi di menit 90+3'. Dalam satu momen serangan balik, Angel Correa yang menggantikan Julian Alvarez sukses menerima umpan panjang Griezmann, sebelum menghujamkan tembakan kaki kiri yang gagal diantisipasi Donnarumma.
Kekalahan ini membuat jalan PSG ke babak knockout akan terasa berat, sebab mereka harus memaksimalkan 4 matchday tersisa untuk setidaknya masuk ke 16 besar.
Skuad Gemuk Pemberi Senjata Spesial "Late Goal"
Gol telat yang dihasilkan Los Colchoneros di laga ini merupakan kejadian yang kesekiankalinya di musim 2024/2025. Skuad yang gemuk disinyalir menjadi penyebab momen ini terjadi, karena rivalitas internal di dalam tim membuat pemain ingin membuktikan diri hingga menit akhir laga.
Pada matchday perdana melawan RB Leipzig (20/9/2024), Jose Maria Gimenez mencetak gol kemenangan di menit 90'.
Kejadian gol telat juga mewarnai perjalanan Atleti di La Liga musim ini. Angel Correa mencetak gol tunggal menit 90+2' saat melawan Bilbao (1/9/2024). Julian Alvarez melengkapi kemenangan 3-0 atas Valencia di menit 90+4' (16/9/2024), yang diulanginya sebagai gol penentu saat menang 1-0 melawan Celta Vigo dua pekan berselang.
Derby Madrid (30/9/2024) kembali mengutus nama Angel Correa di papan skor menit 90+5' untuk memaksakan skor imbang 1-1. Kemudian ada gol Alexander Sorloth menit 90+9' pada saat menang 3-1 atas Leganes (20/10/2024).
Skuad yang gemuk membebaskan Diego Simeone untuk melakukan perubahan di babak kedua, terutama di barisan penyerang depannya. Antoine Griezmann memang selalu dimainkan sebagai starter, tetapi Julian Alvarez, Sorloth, serta Angel Correa selalu bergantian mengambil momen aktualisasi diri hingga menit terakhir.
Masih belum pasti apakah rotasi berujung gol telat ini akan membawa Los Colchoneros ke prestasi di musim ini. Karena yang terjadi dua minggu silam, kebijakan rotasi malah menyebabkan skuad terlihat kurang padu di lapangan.
Setidaknya, jika satu pemain mengalami resiko cedera, masalah itu bukan menjadi halangan bagi Atletico Madrid dengan skuad gemuk musim ini.
Artikel Terkait
Prediksi Feyenoord vs RB Salzburg dan Sparta Praha vs Brest, Sama-sama Kurang Mengenal Antar Lawan
Prediksi Galatasaray vs Tottenham Hotspur dan Lazio vs FC Porto, Laga Europa League Beraroma UCL
Prediksi Ajax Amsterdam vs Maccabi Tel Aviv dan Manchester United vs PAOK, Momen Kebangkitan Tim Besar
Prediksi Union Saint-Gilloise vs AS Roma dan AZ Alkmaar vs Fenerbahce, Sama-sama Merindukan Taji Jose Mourinho
Prediksi Genoa vs Como, Kartu Joker Itu Bernama Mario Balotelli
Hasil UCL Club Brugge vs Aston Villa 1-0, Handsball Memalukan Tyrone Mings Tandai Krisis Mental The Villans