KLIK SAJA - David De Gea mencuri perhatian seluruh pecinta Serie A, setelah ia lahir baru bersama Fiorentina. Setelah satu tahun lebih hiatus sejak kontraknya dengan Manchester United habis pada Juli 2023, ia menandatangani kontrak dengan La Viola pada 9 Agustus 2024 dan mengenakan nomor punggung 43—nomor yang sama saat debut bersama Atletico Madrid.
Performa apiknya di bawah mistar tak hanya menambah pengalaman di dalam tim asuhan Raffaele Palladino, tapi ternyata juga bisa melambungkan Fiorentina ke posisi empat besar klasemen Serie A hingga jornada 10 ini.
De Gea yang kini berusia 33 tahun memperlihatkan kualitas dan kedewasaan yang khas. Dalam tujuh penampilan awalnya di Serie A musim ini, ia telah mencatatkan tiga clean sheet dan hanya kebobolan enam gol. Salah satu momen terbaiknya baru-baru ini adalah penampilan kokoh kala Fiorentina menang 1-0 atas Genoa di Luigi Ferraris (31/10/2024). Aksi penyelamatan krusialnya di akhir laga membantu tim asal Firenze menahan gempuran tuan rumah dan meraih tiga poin penting.
Baca Juga: Willian Pacho, Batu Karang Ekuador Milik Paris Saint-Germain
Kebobolan Tiga Gol di Debut, dan Makna Nomor 43 bagi De Gea
Debut De Gea dilakoni ketika mengawal gawang La Viola di laga leg pertama playoff UEFA Conference League melawan klub Hungaria Puskás Akadémia di Stadio Artemio Franchi, Jumat (23/8) dini hari WIB.
Namun debut ini justru sedikit memukul mentalnya, sebab ia kebobolan tiga gol dalam partai yang berakhir dengan skor 3-3 ini. Kebobolan pertama lewat penalti, namun di dua gol berikutnya ia masih belum mampu memberikan refleks terbaiknya.
Bakat tentu dapat diasah lagi, terutama bagi atlet sekaliber David De Gea. Tidak mengikuti pramusim memang masalah, tetapi De Gea mampu menebusnya seiring berjalannya waktu. Ia kini kembali menjadi tembok kokoh bagi La Viola.
Baca Juga: Jelang Hadapi Chelsea, Ruud van Nistelrooy Berharap Tetap Berada di Pinggir Lapangan
Kembali ke nomor 43 memiliki makna emosional bagi De Gea. Di Fiorentina, nomor punggung ini seolah membawa semangat masa mudanya di Atletico Madrid. Hal ini tidak sekadar simbol, melainkan pengingat tentang tekad dan dedikasinya, terutama setelah hiatus panjang.
Menarik untuk ditunggu, De Gea tampaknya bakal tersedia untuk perebutan posisi kiper di tim nasional Spanyol. Persaingan saat ini sangat ketat, dengan nama-nama seperti Unai Simon, David Raya, Alex Remiro, dan Robert Sanchez yang tampil baik di level klub.
Di usianya yang ke-33, De Gea sepertinya akan memfokuskan energi sepenuhnya pada Fiorentina. Dengan berkomitmen sepenuhnya pada Fiorentina, De Gea terlihat lebih tenang dan percaya diri, yang tercermin dalam performa apiknya di lapangan.
Performa yang Mengangkat Tim
Artikel Selanjutnya
Imbang 2-2 Melawan Parma, Apa Juventus Sudah Lempar Handuk Kejar Scudetto?
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: seriea.it, transfermark.co.id
Artikel Terkait
Imbang 2-2 Melawan Parma, Apa Juventus Sudah Lempar Handuk Kejar Scudetto?
Mengenal Ethan Nwaneri, Berlian Muda Pemecah Rekor Milik Arsenal
Liga Kasta Kedua Australia Siap Bergulir, Peluang Emas Bagi Pesepakbola Indonesia?
Ingat Pemain Voli Sabina Altynbekova yang Viral? Musim Depan Dia Gabung dengan Klub Proliga, Yogya Falcons!
Jelang Hadapi Chelsea, Ruud van Nistelrooy Berharap Tetap Berada di Pinggir Lapangan
Willian Pacho, Batu Karang Ekuador Milik Paris Saint-Germain