Hingga hari ini, suaminya masih belum ditemukan, dan ketidakpastian itu membuat luka semakin sulit sembuh.
Sang ibu duduk di posko pengungsian, menatap jauh seolah berharap sosok itu berjalan kembali pulang.
“Saya tetap berharap suatu hari dia ditemukan,” katanya dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Angka-angka korban mungkin terlihat seperti data biasa, tetapi di lapangan setiap angka adalah dunia kecil yang runtuh.
Banjir bandang di Muara Batu berdampak pada 230 KK dengan 756 jiwa, meninggalkan banyak cerita yang tak akan selesai dalam waktu singkat.
Duka yang meluas bukan hanya milik satu keluarga, tapi satu desa.
Namun di balik setiap kehilangan, masih ada harapan yang dijaga pelan-pelan, meski langit Aceh belum sepenuhnya cerah.***