nasional

Duka Ribuan Korban Bencana Jadi Pemicu, Ini Alasan Utut Adianto Dorong Pembentukan Kementerian Khusus Bencana

Selasa, 9 Desember 2025 | 05:12 WIB
Duka Ribuan Korban Bencana Jadi Pemicu, Ini Alasan Utut Adianto Dorong Pembentukan Kementerian Khusus Bencana (Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, dalam rapat kerja bersama kementerian, saat menyampaikan usulan pembentukan Kementerian Penanggulangan Bencana. (YouTube/TVR Parlemen))

Dengan kementerian tunggal, jalur komando bisa diperpendek dan semua data serta respons berada dalam satu sistem terpadu.

Menurutnya, kebencanaan di Indonesia kini tumbuh makin kompleks sehingga membutuhkan organisasi yang gesit, terarah, dan tidak gamang.

Ia juga menilai bahwa model baru ini bisa memperkuat mitigasi, bukan hanya reaksi setelah bencana terjadi.

Struktur yang lebih kuat diharapkan membuat proses pemulihan lebih cepat dan terukur.

Baca Juga: Tak Sekadar Pelatihan, Ini Cara BRI Membekali Difabel dengan Keterampilan, Pengalaman, dan Akses Kesempatan

Bagi Utut, penguatan tata kelola adalah pondasi agar Indonesia tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga lebih siap menghadapinya.

Korban Hampir 1.000 Jiwa

Utut mengaku duka mendalam melihat banyaknya korban jiwa akibat bencana yang terus terjadi di berbagai daerah.

Ia menyebut angka korban nasional sudah mendekati seribu orang, sebuah jumlah yang menurutnya sangat memprihatinkan.

Di dapilnya sendiri, Banjarnegara, ia kehilangan 17 warga dan 11 lainnya masih hilang.

Bagi Utut, angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerita kehilangan dari keluarga yang benar-benar ia temui.

Kondisi tersebut membuat gagasan pembentukan kementerian semakin terasa urgennya.

Baca Juga: Biaya Pemilu yang Membengkak hingga Debat Legitimasi, 7 Sorotan Panas dari Wacana Pilkada via DPRD

Ia menilai bahwa manajemen bencana yang lebih kuat bisa mengurangi jumlah korban di masa mendatang.

Situasi duka ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana bukan isu teknis saja, tetapi persoalan kemanusiaan yang menyentuh banyak hidup.

Halaman:

Tags

Terkini