nasional

Tak Sekadar Pelatihan, Ini Cara BRI Membekali Difabel dengan Keterampilan, Pengalaman, dan Akses Kesempatan

Senin, 8 Desember 2025 | 18:02 WIB
Tak Sekadar Pelatihan, Ini Cara BRI Membekali Difabel dengan Keterampilan, Pengalaman, dan Akses Kesempatan

Setelah pelatihan, program berlanjut ke tahap pemagangan dari Desember 2025 hingga Februari 2026.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan evaluasi sebagai tolok ukur pertumbuhan kemampuan peserta.

Dengan skema semacam ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang memperkuat kompetensi mereka.

Pemberdayaan disabilitas dilakukan dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan pentingnya proses pemberdayaan yang tidak berhenti di satu titik.

Baca Juga: Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK

“Penyediaan sarana, prasarana dan pelatihan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka sehingga dapat meraih kemandirian dan kesejahteraan yang lebih baik. BRI meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa potensi difabel harus dipandang setara dengan masyarakat umum.

Program pelatihan pun disusun agar memberi peluang luas bagi peserta dalam menentukan masa depan mereka.

Dengan pendekatan berkelanjutan, program tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menciptakan perjalanan pemberdayaan.

Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya kemandirian yang mampu mendorong kesejahteraan sosial lebih luas.

Prinsip inilah yang menjadi dasar keberjalanan BRI Peduli selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Perang Dunia Berdampak ke Harga BBM? Prabowo Ungkap Pentingnya Kemandirian Energi dalam Situasi Global Tak Stabil

Peserta dapat memilih dua jalur pelatihan sesuai minat

BRI merancang pelatihan yang fleksibel agar peserta bisa menentukan arah pengembangan diri mereka sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini