Setelah pelatihan, program berlanjut ke tahap pemagangan dari Desember 2025 hingga Februari 2026.
Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan evaluasi sebagai tolok ukur pertumbuhan kemampuan peserta.
Dengan skema semacam ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang memperkuat kompetensi mereka.
Pemberdayaan disabilitas dilakukan dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan pentingnya proses pemberdayaan yang tidak berhenti di satu titik.
Baca Juga: Dari Banyumas ke Cilacap, BGN Ungkap Masalah Kuota SPPG dan Jawabannya Bukan PHK
“Penyediaan sarana, prasarana dan pelatihan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka sehingga dapat meraih kemandirian dan kesejahteraan yang lebih baik. BRI meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk para penyandang disabilitas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa potensi difabel harus dipandang setara dengan masyarakat umum.
Program pelatihan pun disusun agar memberi peluang luas bagi peserta dalam menentukan masa depan mereka.
Dengan pendekatan berkelanjutan, program tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menciptakan perjalanan pemberdayaan.
Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya kemandirian yang mampu mendorong kesejahteraan sosial lebih luas.
Prinsip inilah yang menjadi dasar keberjalanan BRI Peduli selama beberapa tahun terakhir.
Peserta dapat memilih dua jalur pelatihan sesuai minat
BRI merancang pelatihan yang fleksibel agar peserta bisa menentukan arah pengembangan diri mereka sendiri.
Artikel Terkait
Ketika Jaringan Umum Tumbang Satelit BRI Justru Menyala, Begini Cara Layanan Tetap Terjaga di Tengah Bencana
Ironi! Presiden Prabowo Banggakan Kelapa Sawit di Tengah Situasi Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?
Duka Sumatera Setelah Banjir dan Longsor! BNPB Paparkan Angka Korban, Wilayah Masih Terisolasi, dan Upaya Penyelamatan
Tim Gabungan Genjot Pembersihan Lumpur, Mobilitas Warga dan Distribusi Barang di Aceh–Sumbar Mulai Lancar