“Antisipasi pascabencana mungkin yang sangat diperhatikan oleh pengungsi adalah penyakit yang akan ditimbulkan setelah terjadi bencana.”
Ia menyebut tiga penyakit utama yang sedang diwaspadai diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit.
Ketiganya rentan muncul akibat lingkungan kumuh dan air yang tercemar.
Fokus kesehatan ini membuat penanganan pascabanjir tidak hanya soal logistik, tetapi juga keselamatan tubuh warga.
Baca Juga: Bencana Belum Usai, Bupati Justru Umrah, 6 Fakta yang Bikin Netizen Mengelus Dada
Pemerintah ingin memastikan agar pengungsi tidak jatuh sakit setelah bertahan dari bencana.
Ini menjadi alarm penting bagi semua lembaga terkait agar bekerja lebih cepat.
4. Tiga Helikopter Khusus untuk Misi Kesehatan
Menhan Sjafrie membawa kabar yang cukup mengejutkan tiga helikopter khusus telah disiapkan untuk menangani kesehatan pascabanjir. Ia menjelaskan,
“Di luar dari alat utama untuk kebutuhan tanggap darurat, kami menyiapkan 3 helikopter independen yang terdiri dari satu penguatan yang kami terima dan dua helikopter yang kami sewa.”
Helikopter ini akan menjadi pusat kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Kehadiran armada udara membuat proses penyisiran pengungsi jauh lebih cepat.
Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Tanam Pohon dan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar
Helikopter-helikopter tersebut dapat menjangkau desa-desa yang sebelumnya terisolasi.
Keberadaan mereka tidak hanya menambah kapasitas mobilitas, tetapi membuka peluang pemeriksaan kesehatan secara lebih intensif.