nasional

Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 04:53 WIB
Saat Media Berusaha Tetap Bernafas, Apa Saja yang Dibedah di Seminar Nasional MSF 2025?

Jurnalisme berkualitas artinya konten yang taat kode etik mendapat prioritas, bukan clickbait semata.

“Ketiga soal transparansi, yang mewajibkan keterbukaan dalam perubahan algoritma yang berdampak signifikan pada distribusi konten berita,” kata Niken.

Ia juga mengajukan tiga kolaborasi konkret, lisensi konten berbayar, pelatihan bersama platform, dan transparansi data pembaca.

Di atas itu semua, ia mendorong agar antar-media juga bersindikasi, berbagi teknologi, hingga membuat jaringan iklan bersama sebuah langkah survival kolektif di tengah rimba digital.

Baca Juga: Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’

Menentukan Nilai Ekonomi Berita hingga Menjaga Independensi Editorial

Neil Tobing dari VIVA Group mengingatkan bahwa jurnalisme hanya bisa bertahan bila nilai ekonominya jelas.

Tanpa itu, konten berkualitas hanya jadi idealisme tanpa dapur yang mengepul.

Ia menyebut empat pilar yaitu menentukan nilai ekonomi karya jurnalistik, menyusun aturan teknis Perpres, menjaga kredibilitas ekosistem, dan menentukan batas yang patut dilindungi.

Menurutnya, ekosistem media butuh standar kompetensi, verifikasi perusahaan pers, dan aturan anti-clickbait maupun anti-misinformasi.

Namun batas yang tidak boleh disentuh adalah independensi editorial dan akses publik terhadap informasi.

Algoritma distribusi juga tidak boleh dimanipulasi demi kepentingan tertentu.

Baca Juga: Firman Soebagyo hingga Puan, Bantuan Bencana Jangan Jadi Ajang Pencitraan

Neil menekankan kolaborasi boleh luas, tapi martabat redaksi tidak boleh jadi barang tawar-menawar.

Ketika Bicara Pajak, Ada Peluang yang Bisa Menghidupkan Nafas Industri Media

Halaman:

Tags

Terkini