Usulan Hadirkan TNI–Polri di Titik Rawan
Melihat penyimpangan yang semakin rapi dan terstruktur, Syarif mengusulkan agar TNI dan Polri ikut turun langsung di titik-titik rawan.
Menurutnya, kehadiran aparat mampu menekan praktik kecurangan dalam waktu singkat.
Ia menilai pengawasan ekstra ini penting untuk menjaga stok BBM tetap aman, terutama di daerah-daerah yang sering mengalami kelangkaan akibat ulah pelaku di lapangan.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah Muncul Lagi, Urgen atau Sekadar Wacana Lama yang Diangkat Ulang?
Peringatan Keras soal Lobi-lobi Illegal Minta Tambahan Kuota BBM
Syarif juga mengingatkan adanya upaya lobi ilegal ke DPR untuk meminta tambahan kuota BBM.
Baca Juga: Lencana Polri di Mobil Kurir Ekstasi, Misteri Baru di Balik Jaringan Narkoba Lintas Provinsi
Ia menegaskan bahwa permintaan kuota tambahan hanya boleh diajukan oleh pemerintah daerah, bukan pihak swasta atau pengusaha ritel migas.
Kecurangan seperti ini dinilai berpotensi mengacaukan penyaluran nasional, karena bisa membuka jalan bagi oknum untuk mengambil jatah BBM secara tidak sah.
Ia menutup pernyataannya dengan tegas, “Jangan sampai ada pelaku ritel swasta yang nyelonong ke komite.”***