Redenominasi Rupiah Muncul Lagi, Urgen atau Sekadar Wacana Lama yang Diangkat Ulang?

photo author
- Selasa, 25 November 2025 | 03:24 WIB
Redenominasi Rupiah Muncul Lagi, Urgen atau Sekadar Wacana Lama yang Diangkat Ulang? (Foto ilustrasi - Ekonom Anthony Budiawan soroti rencana redenominasi.  (Unsplash/Mufid Majnun))
Redenominasi Rupiah Muncul Lagi, Urgen atau Sekadar Wacana Lama yang Diangkat Ulang? (Foto ilustrasi - Ekonom Anthony Budiawan soroti rencana redenominasi. (Unsplash/Mufid Majnun))

KLIK SAJA - Isu redenominasi kembali naik ke permukaan setelah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyinggungnya, membuat publik merasa déjà vu ekonomi.

Padahal, ide ini bukan barang baru tahun 2010 di era SBY wacana serupa sempat masuk RUU, tapi kemudian hilang seperti draft yang lupa disimpan.

Ekonom Anthony Budiawan mengingatkan bahwa pembahasan itu dulu mandek tanpa alasan jelas.

Kini, topik yang sama muncul lagi seolah diangkat dari rak lama yang berdebu.

Baca Juga: Lencana Polri di Mobil Kurir Ekstasi, Misteri Baru di Balik Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

Bagi masyarakat, wajar bila muncul tanya: “Kenapa sekarang?” Alih-alih kekhawatiran, publik lebih banyak merasa heran seperti melihat film lama diputar ulang.

Fenomena ini kemudian memancing diskusi ulang tentang urgensi yang sebenarnya tidak pernah benar-benar terlihat.

Dari Dulu Tidak Ada Urgensi

Dalam podcast bersama Bambang Yudhoyono, Anthony tegas menyebut bahwa redenominasi tak punya alasan kuat.

“Di 2010 itu tidak ada urgensi untuk redenominasi, nah sekarang apakah ada? Tidak ada juga...” katanya, sambil menyinggung kurs rupiah yang dari Rp10.000 kemudian ke Rp16.000—menurutnya bukan perubahan yang membuat redenominasi mendesak.

Baca Juga: Dikiranya Besi, Ternyata Bom! Ini Dia 5 Fakta Mencekam di Balik Ledakan Mortir Bekasi

Ia menjelaskan bahwa redenominasi hanya relevan ketika inflasi melompat ratusan hingga ribuan persen dalam tempo singkat.

“Kapan sebuah mata uang perlu redenominasi?...”sehingga pemutusan mata rantai inflasi itu memang perlu.

Di kondisi Indonesia yang inflasinya relatif stabil, argumen urgensi ini terasa makin lemah. Publik pun banyak yang akhirnya bertanya-tanya: ini rencana serius atau hanya wacana lewat semata?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X