KLIK SAJA - Ketegangan pecah setelah video seorang aparatur desa di Ciamis viral di grup WhatsApp jurnalis.
Dalam rekaman itu, sang oknum yang belakangan diketahui bernama Asep Ari, Kades Mekarmukti melontarkan kalimat bernada intimidatif kepada wartawan.
Ujarannya seperti “Wartawan jeng aing, tanggung jawab aing!” dan “Aing moal mundur ku wartawan!” langsung memantik reaksi publik.
Suasana yang awalnya hanya kegiatan di GOR Desa Sadananya berubah jadi panggung arogansi yang terekam jelas.
Baca Juga: Setelah Ledakan SMAN 72, Kemensos Siapkan Trauma Healing dan Kerja Sama Deradikalisasi di Sekolah
Bagi komunitas pers, ini bukan sekadar emosi sesaat, melainkan ancaman terhadap profesi dan integritas jurnalistik.
Peristiwa ini kemudian bergulir cepat, menjadi bahan diskusi dan kecaman di berbagai kanal.
Di balik video singkat itu, ada tanda bahaya soal relasi kuasa di tingkat desa.
Mantan Wartawan Menantang Wartawan
Asep Ari disebut pernah bekerja sebagai wartawan sebelum menjadi kepala desa.
Ironisnya, rekam jejak itu tidak membuatnya lebih bijak dalam menghadapi kritik dari kalangan pers.
Justru pengalaman tersebut ikut memunculkan pertanyaan publik, apakah karena pernah di dunia media, ia merasa bisa meremehkan wartawan lain?
Informasi lapangan menyebutkan bahwa ia pernah bergabung di salah satu media sebelum terjun ke pemerintahan desa.