Ini semakin menguatkan pilihan anak muda terhadap thrifting.
Logika mereka sederhana tapi masuk akal, kalau nggak bisa memproduksi air bersih, setidaknya jangan ikut menghabiskan.
“Kalau saya membeli jeans bekas, sama artinya saya menyelamatkan 2.700 liter air bersih,” kata Adian menggambarkan cara pandang generasi muda.
Pemerintah Diminta Pahami Motivasi Generasi Z Secara Utuh
Baca Juga: AgenBRILink Masuk Desa, Mengapa Dampaknya Bisa Lebih Besar dari yang Kita Bayangkan?
Menurut Adian, pemerintah tak bisa membuat kebijakan hanya dari satu sisi.
Generasi muda hari ini melihat konsumsi sebagai aktivitas moral dan ekologis.
Mereka nggak cuma membeli baju, tapi juga membeli masa depan bumi.
“Jadi kita harus pahami, kita dan pemerintah sebagai regulator, dengan pemahaman yang komprehensif kita mengambil keputusan yang mewakili keadilan di masyarakat,” jelas Adian.
Ini sinyal kuat agar pemerintah membaca perubahan zaman sebelum mengetok aturan.
Pemerintah Wanti-wanti Dampak Impor Baju Bekas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap mengingatkan bahwa impor baju bekas dalam bentuk ballpress bisa merusak industri tekstil dalam negeri.
Baca Juga: Di Balik Sidang KIP: Polda Akui Kuasai Ijazah Jokowi, UGM Blackout Dokumen dan Polemik Kian Panjang
Ia ingin menertibkan praktik ini, meski banyak pedagang baju thrifting menolak.
Purbaya memahami kondisi pedagang kecil, tetapi tetap menegaskan bahwa pemerintah tak bisa hanya melihat keuntungan jangka pendek.