67 Persen Anak Muda Pilih Thrifting untuk Selamatkan Lingkungan, Purbaya Ingatkan Bahaya Impor

photo author
- Kamis, 20 November 2025 | 08:32 WIB
67 Persen Anak Muda Pilih Thrifting untuk Selamatkan Lingkungan, Purbaya Ingatkan Bahaya Impor (Adian Napitupulu menyebut  anak muda gemar  thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan. (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen))
67 Persen Anak Muda Pilih Thrifting untuk Selamatkan Lingkungan, Purbaya Ingatkan Bahaya Impor (Adian Napitupulu menyebut anak muda gemar thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan. (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen))

KLIK SAJA - Wakil Ketua BAM DPR RI, Adian Napitupulu, menjelaskan bahwa tren anak muda membeli baju bekas bukan hanya soal harga murah.

Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z punya alasan yang jauh lebih besar, menyelamatkan air bersih.

Adian menyampaikan ini dalam rapat BAM DPR RI, usai berdiskusi lewat WhatsApp dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Bahwa kalau beli baju thrifting adalah upaya mereka untuk menyelamatkan air bersih,” ucap Adian.

Baca Juga: Lava Pijar Semeru Semakin Intens, PVMBG Ingatkan Jangan Main-Main di Dekat Kawah!

Jadi, anak muda ternyata punya misi lingkungan di balik kantong mereka.

67 Persen Anak Muda Pilih Thrifting Demi Kurangi Pemborosan Air

Adian menunjukkan data riset ke Purbaya bahwa 67 persen milenial dan Gen Z memilih thrifting karena ingin mengurangi penggunaan air bersih.

Industri tekstil memang terkenal haus air. Bahkan satu celana jeans membutuhkan 3.781 liter air, sedangkan satu kaos katun butuh 2.700 liter jumlah yang setara kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.

“Artinya thrifting tidak bisa dilihat sederhana seperti yang dikatakan Pak Purbaya,” kata Adian. Bagi anak muda, baju bekas berarti bumi yang lebih lega.

Industri Tekstil Disebut Sumbang 20 Persen Kerusakan Udara

Baca Juga: Kredit UMKM Oktober 2025 Nge-gas Pelan, Tapi Bank dan Pelaku Usaha Punya Alasan Seru

Selain soal air, Adian menyoroti dampak industri tekstil terhadap udara.

“Dari data yang didapat ternyata industri tekstil itu menyumbang 20 persen kerusakan udara,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X