Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari para pemimpin institusi kepolisian untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Dalam konteks ini, kejujuran mengakui kelemahan menjadi langkah awal yang patut diapresiasi.
Namun, yang lebih penting adalah memastikan perubahan perilaku di lapangan, bukan hanya di ruang rapat.
Jika Polri mampu menegakkan hukum secara adil dan transparan, kepercayaan itu akan tumbuh kembali bukan karena kampanye, tapi karena bukti.***