KLIK SAJA - Dalam tayangan YouTube pribadinya pada Senin, 10 November 2025, Mahfud MD menyoroti kondisi terkini Kepolisian Republik Indonesia.
Ia menilai bahwa dari tiga sektor utama Polri penegakan hukum, pengayoman, dan pelayanan publik dua sektor terakhir masih tergolong baik.
“Yang buruk di penegakan hukum. Kalau pengayoman, pelayanan, itu nampaknya baik,” ujar Mahfud.
Pandangan ini muncul dari hasil pengamatannya terhadap kinerja institusi Polri selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Pahlawanku Teladanku, IFG Bangkitkan Semangat Juang Lewat Upacara dan Santunan Veteran
Meski begitu, Mahfud menekankan bahwa penilaian ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mendorong perbaikan dan reformasi yang lebih serius.
Titik Terburuk Ada di Penegakan Hukum, Bukan Sekadar Persepsi Publik
Mahfud MD menegaskan bahwa masalah utama Polri terletak pada aspek penegakan hukum.
Menurutnya, citra negatif masyarakat terhadap institusi kepolisian muncul bukan tanpa dasar, tetapi karena praktik hukum yang kerap tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Ia menyebut masih banyak oknum yang mempermainkan hukum demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Kondisi ini, kata Mahfud, sudah menjadi perhatian serius dan harus ditangani secara sistemik.
Baca Juga: Dana Rp4,4 Triliun Mengalir ke Rakyat, Ini Cara BRI Perkuat Kesejahteraan Indonesia!
“Kelemahan di sektor ini sudah lama dirasakan, dan kini waktunya untuk dibenahi secara menyeluruh,” ujarnya dalam penjelasan tersebut.
Reformasi Polri: Mahfud Sebut Masalah Dikenali dari Dalam Tubuh Institusi
Artikel Terkait
Shell Hadirkan Helix Ultra dengan Teknologi Balap dan Kemasan Ramah Lingkungan
Jimly Pimpin Komisi Percepatan Reformasi Polri: 'Kita Terbuka, Akan Dengar Suara Publik'
Dibina Rumah BUMN BRI, 'Erildya Cemilan Family' Jadi Contoh UMKM Tangguh Era Digital
Menkeu Purbaya Targetkan Redenominasi Rp 1000 Jadi Rp 1 Pada Tahun 2027
Publik Terbelah Soal Soeharto, Antara Nostalgia Pembangunan dan Luka Lama yang Belum Sembuh