KLIK SAJA - Siapa sangka, kebiasaan ngemil sekeluarga justru menjadi pintu rezeki baru.
Erildya Cemilan Family lahir di tengah pandemi 2020, saat keluarga pendirinya ingin menambah penghasilan.
Dari dapur rumah, lahirlah camilan tradisional dengan sentuhan modern seperti keripik tempe umpet, kacang kriwil, dan sebring kriukk.
“Awalnya cuma ingin bantu ekonomi keluarga, ternyata malah berkembang jadi bisnis,” tutur sang pemilik.
Baca Juga: Dari Transformasi ke Prestasi, Qlola by BRI Sabet Penghargaan Inovasi Produk Keuangan Terbaik 2025
Melestarikan Cita Rasa Lokal dengan Sentuhan Modern
Keunikan produk Erildya terletak pada perpaduan rasa tradisional dan tampilan kekinian.
Tekstur renyah, kemasan menarik, dan varian rasa modern membuatnya diminati banyak kalangan dari anak muda sampai orang tua.
Brand ini tak hanya menjual makanan, tapi juga membawa misi menjaga warisan kuliner nusantara agar tetap relevan di era digital.
Tantangan Awal: Promosi dari Mulut ke Mulut
Seperti banyak UMKM lain, kendala utama di awal adalah pemasaran.
“Dulu kami hanya jual lewat WhatsApp atau tetangga.
Baca Juga: Jimly Pimpin Komisi Percepatan Reformasi Polri: 'Kita Terbuka, Akan Dengar Suara Publik'
Belum paham cara menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.
Namun, semangat belajar membuat Erildya terus bertahan.
Artikel Terkait
Di Tengah Duka, Takhta Tak Pernah Kosong: Kanjeng Gusti Hamangkunegoro Resmi Jumeneng Sebagai Pakoe Boewono XIV
Tak Sekadar Sosial, Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Jadi Pendorong Utama Ekonomi Domestik
Dari Transformasi ke Prestasi, Qlola by BRI Sabet Penghargaan Inovasi Produk Keuangan Terbaik 2025
Mengupas Zohran Mamdani, Walikota Muslim Pertama Kota New York: Apa yang Ingin Ia Lakukan Untuk The Big Apple?
Mengenal Rama Duwaji, Istri Zohran Mamdani Walikota Muslim Pertama Kota New York: Seniman Berdarah Suriah Anti Zionis