Mengupas Zohran Mamdani, Walikota Muslim Pertama Kota New York: Apa yang Ingin Ia Lakukan Untuk The Big Apple?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 6 November 2025 | 19:57 WIB
Sosok Zohran Mamdani (CNN)
Sosok Zohran Mamdani (CNN)

KLIK SAJA – Muda, keluarga Imigran dan seorang Muslim, ialah Zohran Mamdani, kini resmi menjadi wali kota baru New York City.

Ia dikenal karena politiknya yang progresif dan daya tariknya di tingkat akar rumput.

Lahir di Uganda dan dibesarkan di Queens, Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama yang terpilih di kota tersebut.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai aktivis perumahan dan juga seorang rapper.

Kampanyenya berfokus pada isu keterjangkauan hidup, transportasi publik, dan keadilan sosial.

Kini resmi: kota terbesar di Amerika Serikat memiliki wali kota Muslim sekaligus wali kota keturunan Asia Selatan pertama.

Sejak pertama kali mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota New York, Mamdani — anggota majelis dari Queens — melesat dari ketidakpopuleran menuju sorotan nasional.

Platform sayap kirinya yang berani menghidupkan kembali semangat kaum progresif, mengguncang Partai Demokrat, dan memicu kritik tajam dari Presiden Donald Trump serta sejumlah politisi Republik lainnya.

“Hari ini kita telah berbicara dengan suara yang jelas: harapan masih hidup,” ujar Mamdani di hadapan para pendukungnya setelah memastikan kemenangan.

Berbeda dengan para pesaingnya yang lebih mapan, pandangan segar, usia muda, dan gagasan-gagasan barunya berhasil memikat pemilih yang merindukan sosok politisi dengan semangat pembaruan.

“Biarlah Balai Kota — dengan kasih sayang, keyakinan, dan kejelasan kita — menjadi cahaya yang sangat dibutuhkan kota dan bangsa ini,” tambahnya pada pekan kemenangannya.

Lahir di Uganda dari orang tua keturunan India, Mamdani pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun.

Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science dan kemudian meraih gelar Africana Studies dari Bowdoin College, di mana ia turut mendirikan cabang Students for Justice in Palestine.

Dengan identitas yang berlapis — India, Afrika, dan Amerika — Mamdani pernah dituduh “memainkan politik identitas” setelah dalam formulir pendaftarannya ke Columbia University pada 2009 ia menandai rasnya sebagai “Asia” dan “Hitam atau Afrika-Amerika.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X