Beralih ke bencana
hidrometeorologi kering, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (28/9).
Luas lahan yang terdampak sekitar 2 hektare.
Upaya pemadaman telah dilakukan BPBD setempat dibantu warga sekitar.
Pemutakhiran Kejadian
Selain tujuh kejadian baru, BNPB juga memantau perkembangan 10 kejadian sebelumnya yang kini diperbarui kondisinya.
Klaster kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi, dengan luasan terbakar signifikan di Kalimantan Barat (±19.267 hektare), Kalimantan Tengah (±951 hektare), Jambi (±467 hektare), Kalimantan Selatan (±1.700 hektare), dan Riau (±1.886 hektare).
Walaupun beberapa provinsi melaporkan tingkat kemudahan terbakar mulai menurun, potensi karhutla tetap diwaspadai mengingat pola cuaca kering masih berlangsung di sebagian wilayah.
Di klaster kekeringan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencatat 2.527 KK atau 8.851 jiwa terdampak.
BPBD setempat terus menyalurkan air bersih hingga 60.000 liter per hari.
Kekeringan juga terpantau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan pendistribusian air bersih dilakukan di empat nagari terdampak.
Untuk aktivitas vulkanik, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, masih berstatus Tanggap Darurat dengan 823 KK atau 3.177 jiwa mengungsi.
Namun, tingkat aktivitas gunung telah diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada 29 September 2025.