Promedia Group menilai terdapat indikasi bahwa serangan tidak hanya terjadi secara acak.
Sebagian serangan disebut mengarah langsung pada URL atau artikel yang mengangkat dugaan kasus korupsi.
Pola tersebut membuat manajemen Promedia menduga adanya keterkaitan antara serangan siber dan konten pemberitaan tertentu.
Namun, indikasi tersebut masih terus didalami berdasarkan bukti teknis yang telah dikumpulkan.
Agus Sulistriyono menegaskan keberatan terhadap pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme pers.
Ia menyebut serangan siber bukan cara yang tepat untuk menyampaikan keberatan.
Promedia juga membuka ruang komunikasi bagi pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan.
Penyelesaian melalui hak jawab dan klarifikasi dinilai menjadi jalur yang sesuai.
Pihak perusahaan menegaskan kebebasan pers dan akses publik terhadap informasi harus tetap dilindungi.
Ancaman digital tidak boleh menjadi alat untuk membatasi kerja jurnalistik.
Promedia Siapkan Langkah Hukum
Promedia Group menyatakan telah mengumpulkan berbagai bukti teknis terkait serangan yang terjadi.
Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar apabila langkah hukum ditempuh.
CEO Promedia Group Agus Sulistriyono mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan serangan berlangsung tanpa tindakan.
Artikel Terkait
Kronologi Mahasiswa Bawa Printer dan Habiskan Banyak Fasilitas Kafe yang Viral di Threads, Berujung Permintaan Maaf Setelah Ditegur Pelanggan
PLN Disorot Usai Pemadaman Mendadak, UMKM Kuliner Cerita Rugi Karena Produksi Gagal
New Zealand vs Egypt Prediction: The Pharaohs Try to Get First-Ever World Cup Victory in Group G Clash
Pelni Siapkan Armada Baru Rp4,5 Triliun untuk Ganti Kapal Tua Berusia 40 Tahun Demi Kenyamanan Penumpang
Libatkan Ratusan Pelajar, KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Kereta Api di Sekolah