Fakta Terbaru Dugaan Peretasan Bank Jatim dan Klaim Kebocoran Data Nasabah, Ini Penjelasan Lengkapnya

photo author
- Senin, 15 Juni 2026 | 15:28 WIB
Fakta Terbaru Dugaan Peretasan Bank Jatim dan Klaim Kebocoran Data Nasabah, Ini Penjelasan Lengkapnya (Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap. (X/DarilyDarkWeb))
Fakta Terbaru Dugaan Peretasan Bank Jatim dan Klaim Kebocoran Data Nasabah, Ini Penjelasan Lengkapnya (Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap. (X/DarilyDarkWeb))

KLIK SAJA - Kabar dugaan peretasan dan kebocoran data nasabah Bank Jatim tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi tersebut mencuat setelah akun pemantau aktivitas siber mengunggah klaim adanya database yang diduga berasal dari sistem Bank Jatim.

Dalam unggahan itu disebutkan terdapat jutaan data yang diduga berhasil diperoleh oleh pelaku ancaman siber.

Bank Jatim kemudian memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar tersebut.

Baca Juga: Pengawasan Bus AKAP Beralih Digital, Kemenhub Pantau Jutaan Perjalanan Lewat Sistem Terminal Online

Dugaan Peretasan Bank Jatim Muncul dari Unggahan Akun X

Isu dugaan kebocoran data Bank Jatim pertama kali ramai setelah diunggah akun @DailyDarkWeb melalui platform media sosial X.

Akun tersebut menyebut adanya seseorang yang menawarkan database yang diduga berkaitan dengan platform mobile banking Bank Jatim.

Dalam unggahannya disebutkan bahwa pelaku mengklaim memiliki sekitar 5,7 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Informasi itu langsung menyebar dan menjadi perhatian pengguna media sosial.

Unggahan tersebut menyertakan contoh struktur data yang disebut berisi informasi demografis dan pribadi pelanggan.

Namun, klaim tersebut masih perlu dibuktikan melalui investigasi lebih lanjut dari pihak terkait.

“Indonesia - Bank Jatim - Seorang pelaku ancaman siber mengiklankan database yang diduga terkait dengan platform mobile banking Bank Jatim dengan klaim akses ke sekitar 5,7 juta data rekaman,” tulis keterangan dalam unggahan yang dibagikan pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Unggahan tersebut menyertakan contoh struktur yang diduga berisi informasi demografis dan pribadi pelanggan,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X