Jika kementerian hanya membelanjakan anggaran tanpa menciptakan nilai tambah, ekonomi tidak akan bergerak.
Kementerian Perlu Bikin Kebijakan yang Menciptakan Nilai Tambah
Dolfie mendorong kementerian lebih proaktif, bukan hanya penyalur anggaran. Kebijakan harus menghasilkan multiplier effect.
“Sektor-sektor lain, kementerian yang lain didorong untuk ada kebijakan yang bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi, kalau tidak konsumsinya segitu terus,” imbuhnya.
Ia bahkan mengingatkan, BPK sebelumnya pernah menemukan program kementerian/lembaga yang tidak memenuhi logical framework pencapaian sasaran anggaran. Artinya, masalah ini sudah lama.
Menkeu Purbaya: ‘Saya Pikir Tadinya Saya Boleh Begitu’
Menanggapi kritik, Purbaya menunjukkan sikap terbuka. Ia mengaku sebetulnya pernah mencoba melakukan pengawasan lebih luas, tetapi sempat menuai reaksi.
“Saya pikir juga tadinya saya boleh begitu, tapi kan waktu saya gitu banyak yang ribut.”
Namun karena dukungan DPR kini jelas, Purbaya menyatakan akan mengkaji kembali ruang kontrolnya.
“Terima kasih dukungannya, Pak."
Kontrol Itu Perlu, Biar Anggaran Tepat Guna dan Berdampak
Purbaya menjelaskan bahwa prinsipnya sejalan dengan kontrol itu perlu agar uang negara digunakan benar dan mengarah ke pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Viral! Jawaban Mantri BRI Saat Disidak Menteri Maman Bikin Publik Plong, Ini 7 Faktanya!
“Memang harusnya sih kita bisa kontrol, paling nggak uangnya dipakai yang betul dan bisa menghasilkan impact ke pertumbuhan ekonomi. Saya pikir kementerian lain akan terguncang sedikit nanti,” selorohnya.
Respons itu memantik tawa, tetapi juga menggambarkan potensi perubahan signifikan dalam pola koordinasi antarkementerian.
Artikel Terkait
Respons Polisi Kalah Cepat dari Damkar? Ini Langkah Balikkan Persepsi Publik!
Purbaya Siapkan Sanksi Berat, Ekonom Anthony Beri Dukungan: 'Ini Saatnya Industri Bangkit'!
Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku
DPR Beberkan Kecurangan BBM, Pelangsiran Terstruktur dan Mobil Mewah Ikut Nikmati Subsidi!
UMKM Naik Kelas, Bagaimana 'Faber Instrument' Menggandeng Masyarakat Lokal dan BRI untuk Meroket ke Dunia?