Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku

photo author
- Selasa, 25 November 2025 | 11:48 WIB
Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku (Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri))
Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku (Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri))

Dari Penculikan di Masjid hingga Pembunuhan

Dalam pemeriksaan, Alex akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ia menculik Alvaro dari sebuah masjid di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebelum menghabisi nyawa korban dan membuang jasadnya ke wilayah Bogor.

Tindakan tersebut, kata polisi, dilakukan dalam kondisi emosional yang memuncak.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkup keluarga sendiri tempat yang seharusnya menjadi paling aman.

Baca Juga: Dari Alibi Bangkai Anjing hingga Orang Suruhan, Misteri Kematian Alvaro Kian Dalam

Identifikasi Jasad Masih Berjalan di Laboratorium Forensik

Meski pelaku telah mengaku, polisi belum bisa memastikan 100% identitas tulang belulang yang ditemukan di Bogor.

Tim forensik masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan bahwa kerangka tersebut benar milik Alvaro.

Proses ini krusial karena menentukan jalannya perkara ke tahap penindakan berikutnya.

Publik yang sudah mengikuti kasus ini sejak Maret 2025 ikut menantikan kepastian identitas korban.

Polisi Buka Peluang Adanya Pelaku Lain

Baca Juga: Redenominasi Rupiah Muncul Lagi, Urgen atau Sekadar Wacana Lama yang Diangkat Ulang?

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu orang tersangka.

Penyidik kini menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut membantu, baik saat proses penculikan, pembuangan jasad, maupun ketika mencoba menutupi jejak pelaku. “Ini terus kami lakukan,” ujar Budi Hermanto.

Dengan kata lain, kasus ini masih jauh dari kata selesai. Polisi memastikan bahwa setiap detail akan dibuka, termasuk kemungkinan adanya tersangka tambahan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X