Presiden Prabowo menegaskan bahwa bullying harus segera diselesaikan karena bisa memicu tindakan destruktif lain.
“Itu harus diatasi,” tegasnya. Mendikdasmen Abdul Mu’ti pun menjanjikan regulasi baru lewat Permendikdasmen untuk memperkuat penanganan kekerasan di sekolah.
Pendekatan yang humanis, komprehensif, dan partisipatif akan digunakan sebagai fondasi.
Dengan pembentukan tim khusus di setiap sekolah, pemerintah berharap dapat mendeteksi tindakan kekerasan sebelum berkembang.
Baca Juga: Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih
Kolaborasi orang tua, guru, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam regulasi baru ini.
ABH Diduga Merasa Kesepian dan Kurang Mendapat Dukungan Sosial
Salah satu hal yang mencuat dari pemeriksaan adalah kondisi emosional ABH yang diduga merasa kesepian.
Ia disebut mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitarnya.
Kondisi ini membuka diskusi bahwa masalah mental dan kesepian pada remaja harus ditangani lebih serius.
Sekolah diharapkan bisa menjadi ruang aman, bukan tempat yang memperdalam kesendirian.
Pendekatan inklusif dapat membantu anak-anak seperti ini tetap merasa dihargai.
Ketika dukungan sosial minim, tindakan ekstrem menjadi lebih mungkin muncul.
Inilah alasan kuat mengapa pendidikan karakter dan kesehatan mental tidak boleh lagi dipandang sebagai pelengkap.
Artikel Terkait
Fenomena ‘Nonton Razia’ di Tikungan! Warga Tak Berani Lewat, Polisi Tetap Serius, Netizen Leluconnya Deras
Tambang Malut Semrawut Dari Hutan Hilang, Warga Dikriminalisasi, hingga Perang Dua Perusahaan Raksasa
Mahfud MD Paparkan Evaluasi Internal Polri, 67% Kapolsek Bermasalah dan Kuota Prerogatif yang Diminta Dihapus
Info Arek Sidoarjo! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran
Info Warga Gresik! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan