Pemulihan semacam ini juga menjadi fondasi agar mereka tidak terpengaruh dorongan ekstrem.
Pendekatan yang humanis inilah yang selama ini jadi ciri kebijakan sosial Kemensos.
Perkuat Deradikalisasi Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga
Kemensos menyadari bahwa pencegahan tidak bisa bekerja sendirian.
Karena itu, Gus Ipul menegaskan pentingnya kerja sama dengan Densus hingga kepolisian.
“Ini kita akan coba memberikan dukungan, bekerja sama dengan Densus, bekerja sama dengan kepolisian juga,” ucapnya.
Pendekatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan sekolah menjadi ruang aman bagi anak.
Kolaborasi lintas lembaga ini juga memperkuat layanan psikososial untuk mencegah siswa terpapar ide-ide ekstrem.
Pemerintah ingin memastikan bahwa sekolah kembali menjadi tempat tumbuh, bukan tempat takut. Di sinilah sinergi antarinstansi menjadi sangat krusial.
Pencegahan Ekstremisme di Sekolah Harus Dilakukan Bersama
Gus Ipul mengingatkan bahwa mencegah tindakan ekstrem tidak boleh hanya dibebankan pada satu pihak.
Baca Juga: Kisah Kapten Eko Menyelamatkan 5 Nyawa Saat GA-28 ‘Loss Power’ di Ketinggian 5.500 Kaki
Guru, orang tua, hingga masyarakat harus terlibat dalam menjaga ruang pendidikan tetap sehat.
Ia menilai budaya saling menjaga bisa mempersempit ruang bagi tindakan ekstrem berkembang diam-diam.
Artikel Terkait
Fenomena ‘Nonton Razia’ di Tikungan! Warga Tak Berani Lewat, Polisi Tetap Serius, Netizen Leluconnya Deras
Tambang Malut Semrawut Dari Hutan Hilang, Warga Dikriminalisasi, hingga Perang Dua Perusahaan Raksasa
Mahfud MD Paparkan Evaluasi Internal Polri, 67% Kapolsek Bermasalah dan Kuota Prerogatif yang Diminta Dihapus
Info Arek Sidoarjo! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran
Info Warga Gresik! Operasi Zebra Semeru 2025 Pada 17-30 November, Catat Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan