“Efisiensi stok pangan sangat penting, agar seluruh pengungsi, termasuk kelompok rentan,.terpenuhi kebutuhan nutrisinya,” lanjut Agus.
Dengan sistem terkoordiasi, pemindahan warga saat aktivitas vulkanik meningkat menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
Meskipun aktivitas Semeru menurun, status tanggap darurat masih berlaku hingga 25 November 2025 sebuah pengingat bahwa kewaspadaan tetap harus di depan.***
Artikel Terkait
Draf Berubah dan Aturan Disahkan, Inilah 5 Sorotan Publik yang Buat KUHAP Baru Diperdebatkan
Operasi Modifikasi Cuaca hingga 700 Personel, Begini Beratnya Pencarian Korban Longsor Banjarnegara!
Fenomena ‘Nonton Razia’ di Tikungan! Warga Tak Berani Lewat, Polisi Tetap Serius, Netizen Leluconnya Deras
Tambang Malut Semrawut Dari Hutan Hilang, Warga Dikriminalisasi, hingga Perang Dua Perusahaan Raksasa
Mahfud MD Paparkan Evaluasi Internal Polri, 67% Kapolsek Bermasalah dan Kuota Prerogatif yang Diminta Dihapus