KLIK SAJA - Di tengah kondisi Semeru yang mulai melandai, dinamika warga justru bergerak ke dua arah.
Sebagian memilih bertahan di pengungsian demi rasa aman, sementara lainnya memberanikan diri pulang untuk memeriksa rumah dan ternak yang ditinggalkan.
Data per Jumat, 21 November 2025 pukul 18.00 WIB mencatat, 852 jiwa masih mengungsi di Kecamatan Pronojiwo dan 264 jiwa di Candipuro.
Angka ini menggambarkan bahwa fase tanggap darurat bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal bagaimana warga memproses ketidakpastian.
Mereka menunggu sambil berharap, sembari memikirkan apa yang mesti dibangun kembali setelah debu mereda.
Pemkab Lumajang Pastikan Logistik Mengalir Lancar, Warga Tidak Kekurangan
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan bahwa masalah paling krusial kebutuhan dasar sudah dalam kondisi aman.
Sekretaris Daerah Lumajang sekaligus Plh SKPDB, Agus Triyono, menegaskan bahwa distribusi logistik berjalan tanpa hambatan.
“Kebutuhan pokok warga terdampak sudah tercukupi. Logistik terus kami salurkan sesuai prioritas dan kondisi di lapangan,” ujar Agus.
Dalam kondisi darurat, kata “tercukupi” bukan sekadar statistik, ini tentang memastikan setiap keluarga bisa melewati malam dengan perut kenyang dan hati sedikit lebih tenang.
Pemkab juga memastikan jalur distribusi tetap satu pintu agar tidak ada posko yang melimpah dan posko lain yang sepi bantuan.
Warga Diimbau Donasi Lewat Jalur Resmi, Tak Sekadar Demi Tertib Tapi Agar Adil
Artikel Terkait
Draf Berubah dan Aturan Disahkan, Inilah 5 Sorotan Publik yang Buat KUHAP Baru Diperdebatkan
Operasi Modifikasi Cuaca hingga 700 Personel, Begini Beratnya Pencarian Korban Longsor Banjarnegara!
Fenomena ‘Nonton Razia’ di Tikungan! Warga Tak Berani Lewat, Polisi Tetap Serius, Netizen Leluconnya Deras
Tambang Malut Semrawut Dari Hutan Hilang, Warga Dikriminalisasi, hingga Perang Dua Perusahaan Raksasa
Mahfud MD Paparkan Evaluasi Internal Polri, 67% Kapolsek Bermasalah dan Kuota Prerogatif yang Diminta Dihapus