Turun ke Akar Rumput, Seskab Teddy Jadi Simbol Baru Birokrasi Humanis

photo author
- Selasa, 18 November 2025 | 05:35 WIB
Turun ke Akar Rumput, Seskab Teddy Jadi Simbol Baru Birokrasi Humanis (Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI))
Turun ke Akar Rumput, Seskab Teddy Jadi Simbol Baru Birokrasi Humanis (Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI))

Oleh sebab itu, Amsori mendefinisikannya bukan sebagai kunjungan simbolis, melainkan perwujudan negara yang mau menunduk dan melihat warga mata ke mata. Inilah yang membuat gaya kepemimpinan Teddy terasa beda.

Ketika Pejabat Turun ke Akar Rumput, Kebijakan Jadi Lebih “Membumi”

Menurut Amsori, apa yang dilakukan Seskab Teddy adalah contoh birokrasi yang mengasuh, bukan sekadar mengatur.

Ketika pejabat tinggi turun ke permukiman rakyat, mereka otomatis masuk ke ruang pertanyaan, perasaan, dan masalah sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Info Warga Banjarmasin! Operasi Zebra Intan 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan

“Ini bukan sekadar turun ke lapangan. Ini cara memanusiakan warga,” ujar Amsori.

Dari situ, pejabat bisa merumuskan kebijakan yang lebih realistis karena memahami kondisi langsung.

Amsori bahkan menegaskan bahwa pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding hanya membaca laporan birokrasi dari balik meja.

Pemimpin yang terjun langsung cenderung melihat detail kecil yang tak tertangkap oleh laporan formal.

Strategi ini bisa menjadi fondasi kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dari Empati ke Legitimasi, Publik Semakin Mengenal Sosok Teddy

Amsori melihat bahwa kehadiran empatik Teddy perlahan menjadi investasi legitimasi pemerintah.

Baca Juga: Info Wong Palembang! Operasi Zebra Musi 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran

Survei Indikator Politik menunjukkan tingkat kesadaran publik terhadap dirinya sudah lebih dari 50 persen angka yang terbilang tinggi untuk posisi Sekretaris Kabinet.

“Kuncinya bukan pencitraan. Ini soal hadir dengan hati,” tegas Amsori.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X