Ia menilai konsistensi Teddy dalam menyambangi masyarakat kecil membuat publik melihatnya sebagai pemimpin yang rendah hati, bukan birokrat menara gading.
Bagi masyarakat, kedekatan semacam ini membuat negara terasa lebih dekat dan nyata.
Hubungan emosional yang terbentuk dari interaksi langsung memberi ruang kepercayaan baru antara pemerintah dan rakyat.
Fenomena Politik Menurut Burhanuddin, Popularitas Teddy Tak Sekadar Kebetulan
Baca Juga: UMKM Siap Naik Kelas! BRI Ungkap Jurus Digitalisasi dan Inovasi Produksi di PRABU Expo 2025
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai kenaikan popularitas Teddy sebagai fenomena politik yang menarik.
Menurutnya, Seskab bukan jabatan yang biasanya punya sorotan publik sebesar menteri teknis atau menteri koordinator.
“Posisi Sekretaris Kabinet secara tradisional bukanlah jabatan yang memiliki sorotan media sebesar Menteri Koordinator atau Menteri teknis yang berurusan langsung dengan proyek fisik,” kata Burhanuddin.
Namun fakta menunjukkan kesadaran publik terhadap Teddy lebih tinggi dibanding beberapa menteri besar seperti Airlangga Hartarto, Abdul Muhaimin Iskandar, dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Burhanuddin menilai hal ini menunjukkan efektivitas komunikasi dan kehadiran Teddy dalam momen penting pemerintahan.
Ia menyebutkan, awareness tinggi itu adalah buah dari peran krusial Seskab sebagai penjaga gerbang administrasi, komunikasi, dan keputusan Presiden—meski sering dilakukan di balik layar.
Angka Kepuasan Publik Menguat, Cermin dari Cara Kerja yang Konsisten
Survei Indikator yang dilakukan tatap muka pada 20–27 Oktober 2025 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Teddy mencapai 84,5 persen.
Angka itu sedikit di atas Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang berada di posisi atas.
Artikel Terkait
Bencana Longsor di Banjarnegara dan Cilacap! 179 Jiwa Mengungsi, Rumah Tertimbun Tanah
Modifikasi Cuaca Hingga Koordinasi Gubernur, Pencarian Korban Longsor Cilacap Tetap Dilakukan
Polisi Bongkar Gudang BBM Subsidi 42 Ton di Bangka Belitung, 5 Pelaku Terancam Hukuman Penjara
Kantin Dikunci dan Polisi Hadir, Begini Kronologi Skorsing Damar Setyaji yang Bikin Mahasiswa Geleng Kepala
Mulai 17–30 November Operasi Zebra Candi 2025, Siap-siap Kalau Masih Suka Melawan Arus!