Selain masalah distribusi, Charles juga mengungkap adanya dugaan “dapur fiktif” dalam pelaksanaan MBG.
Pria kelahiran Jakarta itu menilai lemahnya pengawasan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat program rentan disalahgunakan.
Menurutnya, pemberian uang tunai langsung akan lebih efisien dan transparan, karena orang tua dapat membeli bahan makanan sendiri sekaligus memastikan anak-anak mereka mendapatkan asupan bergizi sesuai kebutuhan.
Pemerintah Tetap pada Skema Awal
Meski berbagai kritik dan usulan telah mengemuka, pemerintah menegaskan skema distribusi makanan siap santap tetap dijalankan.
Prasetyo menilai, konsep ini sudah mempertimbangkan aspek pemerataan dan kendali gizi anak-anak sekolah.
“Kita terus perbaiki, karena tujuannya agar anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi dan sehat,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Mendongeng Lewat Makanan, Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Luncurkan Film dan Buku Kuliner untuk Pikat Wisatawan dan Investor Global
KPK: Oknum Pegawai Kemenag Minta Uang Percepatan Kepada Khalid Basalamah
Promedia Teknologi Indonesia Hadir di Surabaya, Gelar Mediapreneur Talks untuk Jurnalis dan Pengusaha Media
Akhirnya Terungkap! Eko Purnomo dan Bima Permana Putra Ditemukan, Ternyata Tidak Diculik Pasca Demo
Berkat Program Pemberdayaan BRI, UMKM Jahit Rumahan JJC Sukses Hasilkan Omzet Miliaran dan Tembus Pasar Eropa