KLIK SAJA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka tabir bobroknya pengelolaan kuota haji di Indonesia.
Fakta terbaru berhasil mengungkap adanya pegawai Kementerian Agama (Kemenag) yang diduga membujuk pemilik biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah, agar berpindah dari jalur haji furoda ke haji khusus dengan iming-iming kemudahan.
“Ada oknum dari Kementerian Agama yang menyampaikan, ‘Ustaz, pakai kuota haji khusus saja, ini resmi’,” ungkap Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2025) malam, dikutip dari Antara.
Menurut Asep, pegawai tersebut menjanjikan Khalid dan ratusan jemaahnya tetap bisa berangkat di tahun yang sama melalui jalur haji khusus. Namun, ada syarat: membayar uang percepatan atau uang pelicin.
“Kalau tidak salah, tarifnya 2.400 dolar AS per kuota,” jelas Asep. Uang itu kemudian dikumpulkan Khalid dari para jemaah dan diserahkan ke oknum Kemenag melalui perantara biro perjalanan.
Rantai Permintaan Berjenjang
KPK juga menelusuri peran pihak lain, termasuk Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata, Ibnu Mas’ud, yang disebut Khalid sebagai sosok yang pertama kali mengarahkan perpindahan jalur haji.
Namun, Asep menegaskan permintaan itu sejatinya bersumber dari pegawai Kemenag.
“Permintaannya berjenjang. Oknum Kemenag menyampaikannya melalui biro travel, lalu ke pihak penyelenggara. Jadi bukan langsung, tetapi melalui perantara,” jelas Asep.
Khalid, yang juga menjabat Ketua Majelis Utama Travel Indonesia Arahan Haji dan Umrah (Mutiara Haji), sebelumnya mengaku sudah mengembalikan uang ke KPK.
Dalam kanal YouTube Kasisolusi (13 September 2025), ia mengatakan hal itu dilakukan setelah diperiksa sebagai saksi.
Baca Juga: Khalid Basalamah Tegaskan Dirinya Korban Korupsi Kuota Haji Khusus
Uang yang dikembalikan tersebut berasal dari setoran 122 jemaah Uhud Tour, masing-masing 4.500 dolar AS, yang disalurkan melalui Ibnu Mas’ud.
Selain itu, 37 jemaah diminta menambah 1.000 dolar AS agar visa mereka diproses. Khalid sendiri mengaku percaya pada janji Ibnu Mas’ud karena dijanjikan visa resmi haji khusus lengkap dengan fasilitas maktab VIP dekat jamarat.