KLIK SAJA - Dua dari empat orang yang dilaporkan hilang setelah demonstrasi besar di Jakarta pada akhir Agustus 2025, yaitu Eko Purnomo dan Bima Permana Putra, kini telah ditemukan dalam keadaan selamat.
Hal ini diungkapkan oleh Dirreskrimsiber Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Roberto Pasaribu.
Menurut polisi, keduanya meninggalkan rumah atas kemauan sendiri untuk mencari pekerjaan dan hidup mandiri, bukan karena diculik seperti yang sempat beredar di masyarakat.
Dengan ditemukannya dua orang ini, kasus yang sempat memicu polemik kini mulai menemukan titik terang. Berikut ini sejumlah fakta terkini di antaranya:
1. Awal Mula Laporan dan Pencarian
Dalam pernyataannya, Pasaribu mengungkapkan laporan kehilangan Eko pertama kali dibuat pada 3 September 2025 oleh ibunya di Polsek Cempaka Putih.
Informasi itu kemudian diperkuat melalui laporan hotline dari rekan Eko yang juga menghubungi lembaga pengaduan KontraS.
“Dalam hal ini kontraS, pada tanggal 4 September 2025, yang kemudian pada tanggal 8 September 2025, ibu Saudara Eko ini mendapat kabar dari seseorang yang merupakan kenalan dan temannya juga," ujar Pasaribu.
"Bahwa Saudara Eko sudah bisa dihubungi dan Saudara Eko meminta agar laporan pengaduan hilang itu dicabut,” imbuhnya.
Kendati demikian, sang ibu masih belum bisa berkomunikasi langsung, sehingga ia membuat laporan tambahan di Polsek Johar Baru pada 10 September 2025.
Baca Juga: Tersangka Mutilasi Kekasih di Surabaya Peragakan 15 Adegan, Polisi Gelar Rekonstruksinya!
Baru pada 16 September 2025, Eko diketahui telah menghubungi ibunya dan memberi tahu keberadaannya di Kalimantan Tengah.
2. Eko Purnomo Ditemukan di Kalimantan
Artikel Terkait
Gantikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Curi Perhatian dengan Gaya Khas Batik Biru-Cokelatnya
Gen Z Rentan Terjebak Utang Digital, Purbaya Ingatkan Pentingnya Bijak Mengelola Keuangan
Korban Kericuhan Demo di Jakarta, Pengemudi Ojek Online Affan Kurniawan Meninggal Dunia
Aksi '179 Ojol' Gema di Jakarta, Ratusan Pengemudi Ojek Online Sampaikan Aspirasi di Kawasan Istana Kepresidenan
Gaya Komunikasi Blak-Blakan hingga Kebijakan Rp200 Triliun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Perbincangan Hangat