Mereka khawatir kemerdekaan Indonesia hanya menjadi bagian dari strategi politik Jepang.
Sementara itu, Soekarno dan Hatta masih berpegang pada rencana semula.
Mereka menilai jika kemerdekaan diproklamasikan terlalu cepat, bangsa ini belum siap secara matang.
Apalagi, dukungan PPKI dan persiapan administrasi negara belum tuntas.
Baca Juga: Hore! Guru Honorer dan PAUD Dapat Kado Insentif Pada HUT RI, Berapa Besarannya?
"Ketegangan semakin memuncak. Pada 15 Agustus 1945, golongan muda akhirnya membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Di tempat itulah mereka menekan kedua pemimpin itu agar segera memutuskan," tutur Aboe Bakar Lubis.
Setelah melalui perdebatan panjang, Soekarno dan Hatta akhirnya luluh.
Mereka sepakat untuk tidak lagi menunda proklamasi.
Baca Juga: HUT ke-80 RI Jadi Momentum BRI, Terus Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat
Keputusan ini mengubah arah sejarah bangsa Indonesia.
Hasilnya, pada 17 Agustus 1945, teks proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Sejarah mencatat, kemerdekaan RI akhirnya lahir lebih cepat dari rencana awal, bukan pada 24 Agustus, melainkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia.***
Artikel Terkait
Pengamat Politik Nilai Penunjukan Letkol Teddy sebagai Seskab Bukan Hanya Karena Hubungan Personal
Gubernur Mualem: Bendera Bulan Bintang Tak Dikibarkan Pada Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh
Cek Disini! Tahapan dan Mekanisme Formasi PPPK Paruh Waktu 2025
Presiden Prabowo Sesalkan Sikap Arogansi Bupati Pati Sadewo
Dua Remaja Papua Ceritakan Perjuangan Fisik dan Kebanggaan Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Nasional