Gubernur Mualem: Bendera Bulan Bintang Tak Dikibarkan Pada Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh

photo author
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:28 WIB
Bendera Bulan Bintang (berbagai sumber)
Bendera Bulan Bintang (berbagai sumber)

KLIK SAJA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak mengibarkan bendera bulan bintang pada peringatan 20 tahun Perdamaian Aceh, Jumat (15/8/2025).

"Kita harapkan bersabar dulu, karena suatu hari akan naik juga (bendera bulan bintang)," ujar Mualem di Banda Aceh, Rabu (13/8/2025) malam, dikutip dari Antara.

Tahun ini, tepat 15 Agustus 2025, Aceh menandai dua dekade sejak berakhirnya konflik panjang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Kesepakatan bersejarah itu menjadi titik balik yang membawa Aceh dari deru senjata menuju harmoni.

Sebagai mantan Panglima GAM, Mualem menegaskan bahwa seluruh pihak di Aceh harus berkomitmen merawat situasi damai yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.

"Harus kita berkomitmen dalam situasi seperti ini. Perdamaian ini untuk kita semua, untuk Aceh yang kita harapkan, masa depan yang lebih bagus dan lebih sejahtera," tegasnya.

Ia berharap peringatan dua dekade perdamaian ini menjadi momentum untuk menuntaskan semua poin yang tertuang dalam MoU Helsinki.

"Kita harapkan perjanjian MoU yang belum selesai dapat diselesaikan," katanya.

Mualem menutup pesannya dengan ajakan untuk menahan diri demi menjaga ketenangan bersama. "Sementara waktu kita sabar dan berdiam diri, mudah-mudahan seperti itu," pungkasnya.

Dua puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Bagi Aceh, ini adalah perjalanan dari luka menuju penyembuhan, dari keterpisahan menuju persatuan.

Perdamaian yang terjalin adalah warisan berharga, bukan hanya bagi generasi sekarang, tetapi juga untuk anak cucu nanti.

Menjaga perdamaian berarti menjaga masa depan Aceh—membiarkan harapan tumbuh di tanah yang dulu diwarnai duka, dan memastikan bendera persatuan selalu berkibar di hati seluruh rakyatnya.

Bendera bulan bintang Aceh, yang dikenal juga sebagai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM), memiliki makna simbolis yang kuat terkait dengan identitas dan sejarah Aceh. 

Secara umum, bulan dan bintang pada bendera tersebut melambangkan Islam sebagai agama mayoritas di Aceh, serta kesatuan dan kebesaran Aceh. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X