Ketika kita sudah merasa Ramadhan dekat, otak mulai membentuk pola baru secara psikologis.
Kita membayangkan sahur, puasa seharian, dan tarawih malam.
Pikiran itu membuat tubuh lebih cepat merasa butuh istirahat. Ini efek psikologi kebiasaan yang sangat umum.
Kadang tubuh mengantuk bukan karena kurang tenaga, tapi karena otak sudah masuk mode “hemat energi”.
Ngantuk yang datang lebih cepat menjelang Ramadhan bukan sesuatu yang aneh.
Baca Juga: 5 Spot Kuliner Ramadhan Terpopuler di Wonogiri, Cocok untuk Ngabuburit
Itu adalah sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang beradaptasi menuju rutinitas baru.
Selama kantuknya masih wajar, kamu cukup menjaga tidur lebih teratur, minum cukup, dan tidak memaksakan diri terlalu keras.
Transisi jelang puasa memang sering membuat tubuh terasa berbeda yang penting, pelan-pelan saja, karena Ramadhan selalu datang dengan proses, bukan kejutan.***