Rekomendasi ukuran porsi keju biasanya sekitar 30 gram atau seukuran kotak korek api.
Cobalah untuk mengukur porsi keju Anda agar tidak melebihi batas yang dianjurkan.
Anda bisa menggunakan timbangan makanan atau memvisualisasikannya dengan ukuran benda sehari-hari.
Selain itu, perhatikan juga frekuensi konsumsi keju Anda.
Tidak perlu mengonsumsi keju setiap hari.
Nikmatilah keju beberapa kali dalam seminggu sebagai bagian dari variasi makanan Anda.
Dengan mengontrol ukuran porsi dan frekuensi konsumsi, Anda bisa tetap menikmati keju tanpa perlu khawatir akan dampaknya terhadap kadar kolesterol Anda.
5. Pertimbangkan Alternatif Keju Nabati sebagai Pilihan Bebas Kolesterol
Bagi mereka yang sangat menghindari kolesterol atau memiliki alergi terhadap produk susu, alternatif keju nabati bisa menjadi pilihan yang menarik.
Keju nabati biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti kacang-kacangan (misalnya kacang mete atau almond), kedelai, atau minyak kelapa.
Keunggulan utama keju nabati adalah kandungan kolesterolnya yang nol.
Namun, penting untuk tetap memperhatikan kandungan lemak jenuh, garam, dan bahan-bahan tambahan lainnya dalam keju nabati.
Beberapa produk keju nabati mungkin memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi tergantung pada bahan dasarnya.
Oleh karena itu, selalu periksa label nutrisi sebelum memilih keju nabati.
Pilihlah produk yang memiliki kandungan lemak jenuh dan garam yang rendah serta terbuat dari bahan-bahan alami.