Carilah informasi nilai gizi pada kemasan keju.
Biasanya, informasi ini mencantumkan kandungan lemak total dan lemak jenuh.
Bandingkan kandungan lemak jenuh antara berbagai merek dan jenis keju, dan pilihlah yang memiliki angka paling rendah.
Beberapa jenis keju yang umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah antara lain adalah:
-
Mozzarella (terutama yang rendah lemak atau sebagian skim): Mozzarella segar, terutama yang dibuat dari susu rendah lemak, memiliki kandungan lemak jenuh yang relatif rendah dan merupakan sumber protein yang baik.
-
Ricotta (sebagian skim): Ricotta yang dibuat dari susu skim atau sebagian skim juga merupakan pilihan yang baik karena kandungan lemaknya yang lebih rendah dibandingkan ricotta dari susu murni.
-
Cottage Cheese (rendah lemak atau tanpa lemak): Keju dadih ini adalah pilihan yang sangat populer bagi mereka yang menjaga asupan lemak karena kandungan lemaknya yang sangat rendah, terutama varian tanpa lemak.
-
Feta: Meskipun memiliki rasa yang asin, keju feta yang terbuat dari susu kambing atau domba memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis keju sapi.
Dengan fokus pada kandungan lemak jenuh, Anda bisa membuat pilihan keju yang lebih bijak untuk menjaga kadar kolesterol Anda.
2. Pilih Keju dengan Kandungan Garam (Natrium) yang Lebih Rendah
Selain kandungan lemak jenuh, kandungan garam atau natrium dalam keju juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah tekanan darah tinggi atau sedang menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, yang seringkali berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi.
Beberapa jenis keju, terutama yang sudah melalui proses pengasinan atau pengawetan yang lebih intens, cenderung memiliki kandungan garam yang lebih tinggi.
Contohnya adalah keju feta, keju parmesan, dan beberapa jenis keju olahan.
Saat memilih keju, perhatikan juga informasi kandungan natrium pada label nutrisi.