lifestyle

Doktif Mengaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya

Jumat, 24 Januari 2025 | 19:23 WIB
Doktif Mengaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya (Ilustrasi bopeng karena bekas jerawat - ramai Doktif sebut rawat pasien COVID-19 bikin bopeng(pixabay))

Penyebab bopeng dan bekas jerawat

Bopeng muncul sebagai reaksi untuk menangani dan berusaha memperbaiki jerawat yang ada.

Dalam proses penyembuhan jerawat, tubuh melakukan produksi kolagen. Namun, jika produksi kolagen ini berlebihan, bopeng dan bekas jerawat dapat terbentuk.

Penggunaan masker yang ketat dan berlapis membuat kulit menjadi lebih lembap serta berminyak.

Baca Juga: Kebanyakan Makan Seblak Bikin Anemia, Ribuan Remaja Putri di Karawang Alami Anemia Ringan hingga Berat

Karena kulit memerlukan sirkulasi udara, situasi pandemi COVID-19 menyebabkan tenaga kesehatan tidak pernah melepas masker yang mereka kenakan.

Akhirnya, minyak dan bakteri bisa berkembang biak secara cepat dan menyumbat pori-pori kulit.

Bopeng sendiri merupakan bekas jerawat yang bentuknya cekung hingga terlihat seperti lubang di kulit.

Karena sumbatan pori-pori itulah yang membuat bopeng muncul ketika lapisan kulit yang lebih dalam rusak karena jerawat.

Baca Juga: Apa Itu Afantasia, Kondisi Dimana Seseorang Tak Bisa Berimajinasi

Bagaimana cara menghilangkan bopeng?

Tidak ada cara yang bisa menghilangkan bopeng dengan instan.

Semua pengobatannya tergantung pada jenis bopeng dan tingkat keparahannya di kulit.

Untuk perawatan mandiri, bisa mencoba skincare yang mengandung AHA retinoid, asam laktat, atau asam salisilat untuk memudarkan bekas luka.

Sementara untuk hasil yang lebih optimal, disarankan menemui dokter kecantikan untuk perawatan seperti peeling, laser, suntik keloid, dan yang lainnya.***

Halaman:

Tags

Terkini