lifestyle

Apa Itu JOMO? Kebalikan FOMO Bagi Kaum yang Lepaskan Ketergantungan di Medsos dengan Menikmati Momen Nyata

Jumat, 22 November 2024 | 21:44 WIB
Apa Itu JOMO? Kebalikan FOMO Bagi Kaum yang Lepaskan Ketergantungan di Medsos dengan Menikmati Momen Nyata (Ilustrasi Joy of Missing Out (JOMO) yang menjadi cara bagi seseorang untuk menikmati dunia nyata tan)

Psikolog Albers menjelaskan bahwa ada sisi positif dari JOMO yang dapat memberikan keuntungan dari perspektif psikologi.

"JOMO lebih berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas," ujar sang psikolog.

"(Contohnya) seseorang bisa saja membuat daftar panjang untuk segala hal untuk dibagikan di media sosial, namun JOMO akan membuat seseorang lebih fokus terhadap hal-hal kecil yang ada di sekitarnya," ungkapnya.

Lantas, apa saja manfaat JOMO berdasarkan pengamatan dari sisi psikologi dan bagaimana cara terbaik untuk memulainya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Bagaimana Stres Dapat Memicu Tumbuhnya Sel Kanker

Manfaat

Albers mengidentifikasi tiga keuntungan yang muncul dari kecenderungan seseorang untuk mengalami ‘JOMO’ (Joy of Missing Out) dalam kehidupan mereka:

1. Peningkatan produktivitas dan konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.

2. Peningkatan keterlibatan emosional dalam membangun hubungan sosial di sekitar.

3. Peningkatan kesejahteraan emosional serta kesehatan fisik saat menjalani kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Sampah Masih Menjadi Masalah di Indonesia, Mulai dari Diri Sendiri untuk Peduli Terhadap Kebersihan Lingkungan

Sisi Buruk

Meskipun terdapat manfaat yang baik bagi seseorang yang berperilaku JOMO, adapun sisi buruk dari JOMO.

Menurut Albers, JOMO juga dapat membuat seseorang takut untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru.

"Jika ada sisi buruk dari JOMO, itu adalah tentang motivasi seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru," tutur Albers.

Halaman:

Tags

Terkini