Dari toko tradisional sampai mal modern, semuanya kebagian berkah.
Bagi warga Semarang yang merantau, momen pulang kampung juga identik dengan membawa oleh-oleh khas kota ini—mulai dari lumpia hingga wingko babat.
Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa berbagi cita rasa kampung halaman.
Takbir Keliling yang Selalu Ditunggu
Malam takbiran di Semarang punya atmosfer khas.
Baca Juga: Wajib Tahu! Tarif dan Rute Tol Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Persiapan Mudik Lebaran 2026
Bedug ditabuh, gema takbir menggema dari masjid ke masjid.
Beberapa wilayah masih mempertahankan tradisi takbir keliling dengan arak-arakan sederhana.
Lampu-lampu kota terasa lebih syahdu. Jalanan tetap ramai, tapi bukan karena macet melainkan karena semangat menyambut kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Lebaran di Semarang, Tentang Rasa yang Tak Pernah Sama
Pada akhirnya, tradisi jelang Idul Fitri di Semarang bukan cuma soal agenda tahunan.
Ia adalah kumpulan rasa rindu, syukur, harap, dan kebersamaan yang selalu hadir dengan cara berbeda setiap tahun.
Mungkin itu sebabnya, seberapa jauh pun orang pergi, Semarang selalu punya alasan untuk membuat warganya pulang.***
Artikel Terkait
Jelang Ramadhan Susah Fokus dan Cepat Lelah? Ini Hubungan Pola Tidur dan Tekanan Psikologis
Jelang Ramadhan Gampang Baper dan Marah? Ini Penjelasan Psikologi Kebiasaan Tubuh Saat Transisi Puasa
Cara Adaptasi Tubuh dan Pikiran Menjelang Bulan Puasa Ramadhan Agar Lebih Tenang dan Stabil Emosi
Halodoc Dorong Skrining dan Vaksinasi untuk Cegah Kanker, Ini Pesan Dokter Irwan Heriyanto
Cek Disini! Mana Saja Lokasi Berpuasa Paling Lama dan Paling Pendek Durasinya