Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna

photo author
- Jumat, 27 Februari 2026 | 08:05 WIB
Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna (Ilustrasi gambar )
Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna (Ilustrasi gambar )

Dari toko tradisional sampai mal modern, semuanya kebagian berkah.

Bagi warga Semarang yang merantau, momen pulang kampung juga identik dengan membawa oleh-oleh khas kota ini—mulai dari lumpia hingga wingko babat.

Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa berbagi cita rasa kampung halaman.

Takbir Keliling yang Selalu Ditunggu

Malam takbiran di Semarang punya atmosfer khas.

Baca Juga: Wajib Tahu! Tarif dan Rute Tol Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Persiapan Mudik Lebaran 2026

Bedug ditabuh, gema takbir menggema dari masjid ke masjid.

Beberapa wilayah masih mempertahankan tradisi takbir keliling dengan arak-arakan sederhana.

Lampu-lampu kota terasa lebih syahdu. Jalanan tetap ramai, tapi bukan karena macet melainkan karena semangat menyambut kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Lebaran di Semarang, Tentang Rasa yang Tak Pernah Sama

Baca Juga: Temukan Disini! Panduan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA 2026 Lengkap dengan Biaya, Rute, dan Waktu Tempuh Jelang Lebaran 2026

Pada akhirnya, tradisi jelang Idul Fitri di Semarang bukan cuma soal agenda tahunan.

Ia adalah kumpulan rasa rindu, syukur, harap, dan kebersamaan yang selalu hadir dengan cara berbeda setiap tahun.

Mungkin itu sebabnya, seberapa jauh pun orang pergi, Semarang selalu punya alasan untuk membuat warganya pulang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X