KLIK SAJA - Menjelang Ramadhan, ada satu hal yang sering muncul diam-diam, emosi terasa lebih tipis.
Hal kecil bisa bikin tersinggung, suara sedikit keras terasa menekan, bahkan hati gampang mellow tanpa sebab jelas.
Sebagian orang langsung merasa bersalah. “Kok aku jadi gampang marah ya?”
Padahal, kondisi ini bukan semata soal kurang sabar.
Baca Juga: Jelang Ramadhan Susah Fokus dan Cepat Lelah? Ini Hubungan Pola Tidur dan Tekanan Psikologis
Ada hubungan kuat antara emosi, tubuh, dan kebiasaan makan menjelang puasa. Berikut beberapa penjelasan yang jarang disadari.
1. Perubahan Gula Darah Bisa Membuat Emosi Lebih Fluktuatif
Menjelang puasa, sebagian orang mulai mengurangi makan, gula, atau ngemil.
Tubuh pun mengalami perubahan kadar gula darah yang memengaruhi mood.
Saat gula darah turun, otak bisa lebih cepat memicu reaksi emosional seperti mudah kesal atau sedih.
Ini bukan drama, tapi reaksi biologis yang nyata.
Baca Juga: Jelang Puasa Ramadhan Cepat Mengantuk? Ini Penyebab Psikologis dan Pola Tidur yang Berubah
Karena otak sangat bergantung pada energi, perubahan kecil saja terasa besar dampaknya. Itulah kenapa emosi jadi lebih sensitif.
2. Tubuh Sedang Masuk Masa Adaptasi, dan Itu Menguras Energi Mental
Artikel Terkait
Perjalanan Nyaman Jakarta–Makassar di Januari 2026, Hindari Macet dengan Jam Favorit
Tips Terbang Surabaya–Denpasar Januari 2026, Jam Favorit Ini Bikin Perjalanan Bisnis Jadi Nyaman
Nestle Lakukan Recall Susu Formula Bayi, BPOM Pastikan Tidak Ada Toksin di Produk Indonesia
Penerbangan Denpasar–Surabaya Pagi dan Sore, Rute Favorit Penumpang Januari 2026
Apa Arti Tahun Kuda Api Pada Imlek 2026? Mungkinkah Terjadi Perang Dunia?