Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna

photo author
- Jumat, 27 Februari 2026 | 08:05 WIB
Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna (Ilustrasi gambar )
Menjelang Lebaran di Semarang: Tradisi Dugderan, Ziarah, dan Takbir Keliling yang Penuh Makna (Ilustrasi gambar )

Titik-titik seperti kawasan Simpang Lima Semarang hingga sepanjang jalan kampung dipenuhi penjual takjil.

Kolak, es gempol pleret, lumpia, hingga aneka gorengan jadi primadona.

Warga rela antre, bahkan “war” kecil-kecilan demi menu favorit untuk berbuka.

Tradisi ini bukan sekadar beli makanan. Ada momen sosial di dalamnya.

Baca Juga: Mudik Yuk! Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Periode 1 – 15 Maret 2026

Saling sapa, bercanda dengan penjual langganan, sampai berbagi cerita tentang mudik yang sebentar lagi dilakukan.

Tradisi Ziarah dan Bersih Makam

Sepekan sebelum Idul Fitri, TPU dan kompleks pemakaman di Semarang mendadak ramai.

Tradisi nyekar atau ziarah kubur jadi ritual penting bagi banyak keluarga.

Bunga tabur dan doa menjadi jembatan antara yang masih hidup dan yang telah tiada.

Suasananya hening, tapi hangat. Ada rasa haru sekaligus syukur.

Di beberapa wilayah, keluarga besar bahkan datang bersama, menjadikan ziarah sebagai ajang silaturahmi sebelum Hari Raya.

Baca Juga: Info Update! Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Periode 1 – 13 Maret 2026 Rute Balikpapan – Nunukan – Makassar – Kupang

Berburu Baju Lebaran dan Oleh-oleh

Meski tren belanja online makin kuat, pusat perbelanjaan di Semarang tetap padat jelang Lebaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X