Titik-titik seperti kawasan Simpang Lima Semarang hingga sepanjang jalan kampung dipenuhi penjual takjil.
Kolak, es gempol pleret, lumpia, hingga aneka gorengan jadi primadona.
Warga rela antre, bahkan “war” kecil-kecilan demi menu favorit untuk berbuka.
Tradisi ini bukan sekadar beli makanan. Ada momen sosial di dalamnya.
Saling sapa, bercanda dengan penjual langganan, sampai berbagi cerita tentang mudik yang sebentar lagi dilakukan.
Tradisi Ziarah dan Bersih Makam
Sepekan sebelum Idul Fitri, TPU dan kompleks pemakaman di Semarang mendadak ramai.
Tradisi nyekar atau ziarah kubur jadi ritual penting bagi banyak keluarga.
Bunga tabur dan doa menjadi jembatan antara yang masih hidup dan yang telah tiada.
Suasananya hening, tapi hangat. Ada rasa haru sekaligus syukur.
Di beberapa wilayah, keluarga besar bahkan datang bersama, menjadikan ziarah sebagai ajang silaturahmi sebelum Hari Raya.
Berburu Baju Lebaran dan Oleh-oleh
Meski tren belanja online makin kuat, pusat perbelanjaan di Semarang tetap padat jelang Lebaran.
Artikel Terkait
Jelang Ramadhan Susah Fokus dan Cepat Lelah? Ini Hubungan Pola Tidur dan Tekanan Psikologis
Jelang Ramadhan Gampang Baper dan Marah? Ini Penjelasan Psikologi Kebiasaan Tubuh Saat Transisi Puasa
Cara Adaptasi Tubuh dan Pikiran Menjelang Bulan Puasa Ramadhan Agar Lebih Tenang dan Stabil Emosi
Halodoc Dorong Skrining dan Vaksinasi untuk Cegah Kanker, Ini Pesan Dokter Irwan Heriyanto
Cek Disini! Mana Saja Lokasi Berpuasa Paling Lama dan Paling Pendek Durasinya