Ketika orang tua memberikan komentar yang bersifat menghakimi atau menyalahkan, anak akan merasa tidak aman untuk mengungkapkan diri mereka yang sebenarnya dan akan cenderung menutup diri di kemudian hari.
Komentar-komentar seperti, "Salah sendiri kenapa kamu begitu," atau "Kamu sih, sudah dibilangin juga," akan membuat anak merasa bersalah, malu, atau marah, dan ini akan menghambat komunikasi yang efektif.
Ingatlah bahwa hubungan orang tua dan anak yang sehat dibangun atas dasar rasa saling percaya dan penerimaan.
Ketika anak merasa bahwa mereka akan dihakimi atau disalahkan setiap kali mereka berbicara, mereka akan lebih memilih untuk diam atau bahkan berbohong untuk menghindari konsekuensi negatif.
Sebagai contoh, jika anakmu mengaku telah melakukan kesalahan di sekolah, respons yang menghakimi seperti, "Kamu ini memang selalu bikin masalah!" akan membuatnya merasa buruk dan tidak ingin lagi bercerita kepadamu di lain waktu.
Sebaliknya, respons yang lebih baik dan mencerminkan active listening adalah dengan mengatakan, "Oh, terjadi sesuatu di sekolah hari ini? Ceritakan bagaimana kejadiannya."
Dengarkan cerita anak tanpa menyela atau memberikan penilaian.
Cobalah untuk memahami mengapa mereka melakukan hal tersebut dari sudut pandang mereka.
Setelah mereka selesai bercerita, kamu bisa mengatakan, "Aku mengerti kamu merasa begitu. Mari kita pikirkan bersama apa yang bisa kita lakukan selanjutnya."
Dengan menunjukkan sikap yang tidak menghakimi, kamu menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk belajar dari kesalahan mereka dan merasa didukung oleh orang tuanya.
Hindari penggunaan kata-kata yang menyalahkan, merendahkan, atau membanding-bandingkan anak dengan orang lain.
Fokuslah pada pemahaman dan penerimaan, karena ini adalah kunci dalam pola komunikasi keluarga yang sehat dan efektif.
Menghindari kesalahan komunikasi orang tua seperti menghakimi akan sangat membantu dalam membangun kepercayaan anak.
3. Tidak Fokus Sepenuhnya atau Terdistraksi
Kesalahan ketiga yang seringkali merusak efektivitas active listening dalam parenting adalah tidak fokus sepenuhnya atau mudah terdistraksi saat anak sedang berbicara.
Artikel Terkait
3 Aktivitas Seru untuk Meningkatkan Hubungan Emosional antara Ibu dan Anak
3 Alasan Utama Mengapa Komunikasi Terbuka Penting untuk Mencegah Trust Issue pada Anak
3 Tips untuk Ibu Muda dalam Membangun Kepercayaan Anak Sejak Dini
3 Tips Memilih Lingkungan yang Mendukung Pertumbuhan Diri Sebagai Wanita Bernilai Tinggi
3 Cara Membangun Jaringan Sosial yang Kuat untuk Wanita Bernilai Tinggi
3 Alasan Utama Mengapa Kepercayaan Diri Penting untuk Menjadi Wanita Bernilai Tinggi
3 Kebiasaan Sehari-hari untuk Meningkatkan Nilai Diri Sebagai Wanita
Panduan Lengkap Menjadi Wanita Bernilai Tinggi: Langkah Awal yang Harus Diketahui
3 Alasan Utama Mengapa Active Listening Penting untuk Pertumbuhan Anak
3 Panduan Lengkap untuk Menerapkan Active Listening dalam Parenting Sehari-hari