Mengapa Masih Banyak Orang Meninggalkan Pasangan Yang Dicintainya

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 13 Februari 2025 | 10:30 WIB
ilustrasi seorang pria tinggalkan pasangan yang dicintainya (deposit photos)
ilustrasi seorang pria tinggalkan pasangan yang dicintainya (deposit photos)

Di satu sisi, seseorang mungkin mengorbankan hidup demi cinta.

Di sisi lain, seseorang mungkin mengorbankan cinta demi hidup (tetap hidup dalam pernikahan yang tanpa cinta, tetapi tetap nyaman).

Kebanyakan orang membuat keputusan romantis yang berada di antara kedua kutub ini.

Kekuatan cinta, sifat tuntutan hidup, dan tingkat konflik di antara keduanya, yang menentukan di mana kita berakhir dalam kontinum itu.

Cinta tidak selalu menang dan tentu saja tidak dapat menggantikan kehidupan.

Dalam jangka panjang, kecocokan memungkinkan para kekasih untuk memelihara hubungan mereka dan meningkatkan perkembangan pribadi, serta ikatan romantis mereka.

Baca Juga: 8 Cara Mendeteksi Permintaan Maaf Yang Penuh Kepalsuan

Mencintai seseorang saja tidak cukup untuk memutuskan hidup bersama, yang juga membutuhkan kecocokan.

Tingkat cinta dalam kasus ini cukup untuk mendukung cinta yang langgeng, tetapi tidak cukup untuk bertahan dalam perkembangan saat hidup bersama.

Kebanyakan orang terkadang lebih memilih untuk berkembang dalam hidup daripada cinta, ini artinya pernikahan seperti layaknya perlombaan bukan saling mencintai.

Tidak diragukan lagi, kecocokan dan cinta penting untuk pernikahan yang langgeng.

Akan tetapi, jika tujuan utama kita adalah mencegah perpisahan, maka pernikahan yang diatur, dan mengutamakan kecocokan, maka akan lebih bak.

Namun, jika tujuannya adalah untuk menjalani hubungan yang lebih berkualitas, bahkan dengan risiko perpisahan dan lebih banyak sakit hati, maka cinta tidak dapat diabaikan. 

Pernikahan yang ideal adalah sistem hibrida antara cinta dan kecocokan.

Cinta memberikan ikatan emosional yang membuat pernikahan menjadi menarik, dan kecocokan memberikan stabilitas dan aktivitas bersama yang membantu hubungan bertahan menghadapi tantangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Psychology Today

Tags

Rekomendasi

Terkini

X